Kutukan Perjaka Tua
Walaupun informasi tentang Resva masih sangat abu-abu, aku berkeyakinan bahwa kami akan bertemu lagi di lain waktu.
***
Jarang pulang membuat aku diincar oleh beberapa teman sekembalinya ke Kalimantan. Tak sedikit dari mereka yang menodong oleh-oleh, padahal yang aku bawa hanya satu hal yaitu bayang-bayang Resva. Senyumnya, suaranya, lirikannya, dan … tentu saja itu tak akan kubagi pada siapa pun.
Berminggu-minggu, bayangan itu tak lekang oleh waktu. Satu kali pertemuan lebih dari cukup untuk mematri namanya di dinding hatiku. Aneh memang karena aku tidak pernah segila ini sebelumnya.