Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KALI KEDUA

KALI KEDUA

“Kata Mami kalau pipi dielus gini maka makanannya akan cepat halus.” Rina melototi Byanca. Entah teori apa yang digunakannya untuk mengajari Ken. Seumur hidup Rina baru mendengar jika pipi dielus akan memudahkan makanan halus di mulut kita. Yang benar saja, itu sangat konyol. Demi melihat senyum bahagia Ken, ia berpura-pura menerima saja. “Baiklah. Setelah ini kita pergi ke mana?”
1047.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

"Apa itu yang dimaksud Puri Gerbang Kayangan?" "Sebuah negeri Pulau Serindu, jauh dari sini letaknya," Jawab Peramal Pikun sambil matanya menerawang bagai mempunyai sebaris kenangan masa lalunya. Peramal Pikun menyambung ucapannya lagi. "Aku diusir dari sana dengan satu kutukan yang membekas selamanya dalam hidupku. Aku dianggap murid sesat dan sangat tidak terhormat. Karenanya, ilmu 'Rentang Kutuk' selalu menyertaiku." "Siapa yang mengusirmu dan siapa yang melancarkan kutuk itu?"
1028.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Mutiara istri yang dijual

Mutiara istri yang dijual

ucap Dewa dingin. "yakin kamu mau mengusirku?" tanya Calista dengan senyum meremehkan. "apa maksudmu?" "lalu Calista mengeluarkan benda pipih miliknya,dan mengotak atiknya mencari sesuatu yang akan membuat Dewa mati Kutu. seketika mata Dewa melotot melihat video yang di putar oleh Calista. dia mencoba meraih ponsel Calista dan ingin menghapusnya.
1080.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Istri Cacatku, Kembalilah!

Istri Cacatku, Kembalilah!

cibir Shaka. Alcand tertawa kecil, “Apa ya? Tapi dia baik, tidak memandang rendah kamu, tidak marah hanya karena masalah sepele. Shaka orang yang tulus akan menerima kamu apa adanya, dia akan menemani kamu sampai kapanpun entah kamu di titik paling rendah pun orang tulus itu akan menemani kamu. Tapi jika yang ada dipikirannya hanyalah amarah hanya masalah sepele, percayalah jika kamu tidak memiliki apa-apa dia akan pergi meninggalkan kamu.”
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Kekasih Di Balik Kabut

Kekasih Di Balik Kabut

tanya Wirya dengan gaya bicara yang sangat pas sebagai orang Tionghoa. "Teteh kayaknya nggak kuat lihat kumis Engkoh goyang-goyang," jelas Fikri. "Kumis owe ini kelen." "Apa itu kelen?" "Keren. Owe plesetkan jadi kelen." Wirya menunjuk Rinjani yang sedang berjongkok. "Sepeltinya temanmu sawan," tuturnya yang kian mengencangkan tawa khalayak.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Kemana Uang yang Rutin Aku Kirim

Kemana Uang yang Rutin Aku Kirim

Ibuku menimpali dengan sengit. Mendapat serangan dari semua orang, Kalila nampak kesal, dia kemudian membela diri dengan suara tinggi. "Uang yang dikirim itu tidak cukup, itu sebabnya aku berhutang dan mencari siput atau kayu bakar di sawah orang." "Alahh, alasanmu selangit! Kau memang pintar membuat alasan sejak dulu!" sergahku segera.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
CINTAKU SALAH ALAMAT

CINTAKU SALAH ALAMAT

Tut…tut…tut Dan kemudian panggilan itu berhenti. Jantung Rika sudah mau copot karena begitu cepatnya degup jantung yang dia rasakan. Perasaannya campur aduk. Dia yang telah melemparkan putrinya ke pria yang tidak jelas asal usulnya hanya karena dia salah mengira bahwa pria itu adalah calon jodoh Zivana karena nama mereka sama. “Tidak, aku harus memastikannya sekarang. Sebelum semuanya terlambat.”
1.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Kutukan Perjaka Tua

Kutukan Perjaka Tua

Walaupun informasi tentang Resva masih sangat abu-abu, aku berkeyakinan bahwa kami akan bertemu lagi di lain waktu. *** Jarang pulang membuat aku diincar oleh beberapa teman sekembalinya ke Kalimantan. Tak sedikit dari mereka yang menodong oleh-oleh, padahal yang aku bawa hanya satu hal yaitu bayang-bayang Resva. Senyumnya, suaranya, lirikannya, dan … tentu saja itu tak akan kubagi pada siapa pun. Berminggu-minggu, bayangan itu tak lekang oleh waktu. Satu kali pertemuan lebih dari cukup untuk mematri namanya di dinding hatiku. Aneh memang karena aku tidak pernah segila ini sebelumnya.
1025.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 678 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
CINTA YANG TAK TERMILIKI

CINTA YANG TAK TERMILIKI

“Makan mah makan aja Neng. Jangan sambil ngomong. Kata orang jaman dulu mah pamali. Ngomongnya nanti kalau udah beres makan.” Dhira mengulum senyumnya mendengar Bi Asih mengatakan pamali. Kata ini menjadi semacam mantra bagi Bi Asih. Sesuatu yang tidak elok dilakukan, oleh Bi Asih pasti akan diiringi dengan kata pamali. Anehnya, Dhira serta kakak-kakaknya cenderung menurut tanpa membantahnya sedikitpun. Hanya si bungsu Kaivan saja yang selalu mempertanyakan arti dibalik kata pamali. Tentu Bi Asih tidak dapat menjelaskannya. Selesai makan, Dhira yang masih duduk menghadapi meja makan mengerutkan dahi saat dilihatnya ada seseorang yang tidak dia kenal masuk ke dalam dapur begitu saja.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
What A Boss Wants

What A Boss Wants

Pikirannya seketika kalut dan negatif. ***
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 165 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status