Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Kala Hidup Mengalir dengan Damai

Seusai memutuskan sambungan telepon, Calista memejamkan matanya dan berusaha menekan gejolak emosi dalam hatinya. Meskipun sudah merencanakan semuanya dengan matang, Kayden tetap saja melupakan sebuah variabel yang tak terkendali, yaitu Calista. Berhubung Kayden sudah diam-diam menyiapkan sebuah “kejutan” untuknya, dia hanya perlu pergi lebih cepat. Dia tidak ingin menangani kekacauan yang ditinggalkan mereka untuknya.
10.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 270 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Menemaninya seakan rumah tangga kami sempurna. Air mataku terus berderai mengingat saat makan malam barusan. Bagaimanapun juga sepiring kepiting saus Padang tak lebih menarik dari seorang perempuan bertitel bidan. Kubenamkan wajah di atas sajadah. Mengadukan perasaan yang berkecamuk dan hati yang remuk kepada Sang Pencipta. Kemudian menentramkan hati dengan membaca kalam ilahi.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Istri Imutku

Istri Imutku

“Kalau kamu kurus, orang lain akan mikir kamu itu anak aku ketimbang jadi istri aku. Emang kamu mau di kira anak aku? Padahal udah jadi ibu-ibu.” Liora manyun, ia membaringkan Varka ke boks bayi lalu Liora berdiri di depan cermin. Memperhatikan tubuhnya, pipinya masih juga tidak kempes, beberapa bagian terlihat jelas lebih gendut. Pengecualian untuk asupan gizi Varka, bagian itu wajib menggendut karena tiap hari di hisap oleh Varka untuk sumber makanan pokok selama beberapa bulan ke depan.
9.7217.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.9K kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Pacar Khayalan

Pacar Khayalan

Dengan satu tangan di depan, seperti sedang dituntun. Davin berlari hatinya seketika cemas. Mengingat kalau air teluk itu hanya dangkal di bagian bebatuan, tapi setelahnya cukup dalam dan terdapat pusaran air. Tempat di mana lelaki itu pernah berpikir untuk mengakhiri hidup dengan masuk ke dalamnya, saat sang Ayah pergi meninggalkan rumah. "Rie …." Bu Ratih terus memanggil dengan wajah pucat dan bersimbah keringat dingin di sekujur tubuhnya.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Kelahiran Kembali

Kelahiran Kembali

Pantas, tidak bisa disebutkan secara logika, ada juga jalurnya menembus dan menyelimuti organ. Mengitukkan kepala, ini adalah kitab rahasia baginya, “Gila, ini benar-benar gila. Aku harus cepat mencari alat-alatnya. Aku belum punya semua alat ini. Mau beli di sini, tidak punya poin. Apa bisa top up pakai uang bunga?” berpikir apa bisa seperti ini.
9.7112.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.1K kali sebagai pikiran kalut
Tampilkan Ulasan (69)
Baca
+Pustaka
KSATRIA PENGEMBARA
Izin promosi Thor… Baraka adalah SANG PEWARIS PARA DEWA yang telah diramalkan kelahirannya sejak Seribu Tahun Yang Lalu. Baraka memiliki takdir yang akan menjadi ujian bagi dirinya untuk naik kelangit dan menjadi seorang dewa. Baca kisahnya dalam : PENDEKAR KERA SAKTI
Er_zhi.zhii
Izin promosi kak Yang suka dengan cerita reinkarnasi bisa mampir dicerita aku 'Menentang Dunia' Seorang reinkarnasi terakhir Dewi Es Yiren yang berjuang merebut kembali hak miliknya di Alam Dewa, dan menghukum Si pengkhianat yang menyebabkan peperangan antara Dewa dan Iblis.
Baca Semua Ulasan
Gairah Cinta Sang Dewa Perang

Gairah Cinta Sang Dewa Perang

Mindy mengangguk. “Bagaimana dengan satu set perhiasan mutiara. Bukankah Kalistar adalah penghasil mutiara laut dengan kualitas terbaik?” “Benar! Kenapa aku malah tidak terpikirkan. Aku selalu memikirkan hal-hal yang besar, sampai terkadang lupa kalau masih ada banyak hal indah yang ada di sekitarku.” “Pintar sekali,” Louise menyentil hidung Mindy dengan gemas.
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
CALON MERTUAKU

CALON MERTUAKU

“Ya, iyalah, kalau istrinya masih hidup, udah disantet kamu sampai mati, tahu. Orang kampung jangan macem-macem kamu, In, mereka mainnya halus. Kalau di sini perempuan kayak kamu palingan dapat cap pelakor. Itu juga masih enak hidupnya jalan-jalan nikmati uang hasil jual diri, uang hasil ngangkang sama laki orang.” “Kim, kamu itu temen atau bukan, sih?” “Temen, makanya aku kasih tahu kamu biar nggak mikir yang aneh-aneh. Satu malam sama calon mertua kamu, udah lupain aja, ya. Anggap kalian sama-sama khilaf.” “Nggak bisa, Kim, hampir tiap hari aku mikirin dia! Kalau bisa aku nggak hampir gila kayak gini, tahu, nggak sih, kamu!”
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 310 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Lima Tahun Tanpa Nafkah

Lima Tahun Tanpa Nafkah

tanya Garwita saat melihat tingkah aneh Kala yang kesusahan menggaruk-garuk punggungnya. "Sepertinya ada semut masuk ke baju. Gatal!" ujar Kala, dia menggulung kausnya ke atas untuk mencari hewan kecil yang terasa merayap-rayap di tubuh. Garwita yang malu melihat perut kotak-kotak Kala, hanya bisa memalingkan wajah ke arah lain sambil menatap hujan. Pikiran Garwita mulai berkeliaran, buru-buru dia tepis dan bergeleng-geleng. "Hah, Garwita! Apa-apaan kamu ini ... kenapa berasa candu sekali melihat Kala begitu, dasar aneh!" batin Garwita takut pikirannya ternoda."
104.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Dermaga Kala

Dermaga Kala

“Jadi gimana, Kal?” Jadi gimana? Kala mengernyit. Ia mengulangi perkataan itu didalam pikiran nya sendiri. Pikiran nya melayang. Melayang jauh. Diri nya memang sedang ada disini, tapi pikiran nya tidak. “Kalau begitu jangan dibuat rumit, Kal. Semuanya rumit bukan karena aku.”
400 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
KALI KEDUA

KALI KEDUA

“Kata Mami kalau pipi dielus gini maka makanannya akan cepat halus.” Rina melototi Byanca. Entah teori apa yang digunakannya untuk mengajari Ken. Seumur hidup Rina baru mendengar jika pipi dielus akan memudahkan makanan halus di mulut kita. Yang benar saja, itu sangat konyol. Demi melihat senyum bahagia Ken, ia berpura-pura menerima saja. “Baiklah. Setelah ini kita pergi ke mana?”
1047.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pikiran kalut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status