Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
ELLIA

ELLIA

Sehingga ia berharap melalui peluru-peluru itu ia dapat merusak sistem kontrol keamanan yang mengatur buka tutup otomatis pintu teralis gerbang besi. Tiba-tiba alrm keras di balik teralis besi berbunyi bersamaan dengan cahaya merah menyala berkelap-kerlip yang juga terdapat di balik jeruji besi. Pintu teralis juga ikut berbunyi, “Jlek!” “Cepat dorong pintunya!” seru Mrs. Vaeolin. “Pintu apa?” “Pintu teralis besi di hadapanmu, Hery!” jawab Mrs. Vaeolin dengan geregetan.
3.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
(Not) A Queen

(Not) A Queen

Pemandangan dari lantai 48. “Lewat sini,” ucap Naratama memberitahu Alecta agar cepat datang. Pintu warna putih susu bertuliskan nomor 4803B terpajang di sana. Naratama menempelkan sebuah kartu berwarna emas mengkilat di pintu. Bunyi bip terdengar, secara otomatis pintu itu terbuka. “Silakan.”Naratama mempersilakan Alecta untuk masuk ke dalam kamar itu.
1017.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 445 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
SANTET

SANTET

Pikiran Aji berkecamuk. "A-apa mungkin orang itu masuk lewat jendela kamar Nining, sebelum Mas Aji memasang teralis?" Ita mengeluarkan pendapat. Aji memang baru memasang teralis di jendela kamar Nining setelah ia sakit. "Benar, itu artinya bisa jadi siapa saja," timpal Aji.
9.27.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
MERAYU CEO JAGOAN

MERAYU CEO JAGOAN

tegas penjaga tersebut tidak pakai tunggu lama langsung memposisikan dirinya menahan pintu masuk agar tidak dibobol. Sayangnya, Sariska Lianor tidak kehabisan pikiran. “Pintu ditutup, jendela pun bisa!” tegasnya segera mengalihkan targetnya ke arah jendela yang meski tertutup, tetap saja hanya sebatas kaca semata.
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Pesan Kotor Di Laptop Anakku

Ternyata apartemen itu seperti ini, ya? Papi lalu mengajakku untuk berbelok ke sebelah kiri, sebab di kanan tak ada apa-apa kecuali dinding yang dilapisi wallpaper warna hijau lumut. Lorong panjang ini di tiap sisinya ada pintu yang berjejer dengan jarak sekiranya 5-10 meter. Papi menghentikan langkahnya tepat di depan pintu nomor 905. Lelaki itu memencet bel dan langsung menoleh ke arahku.
1065.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Obsesi

Obsesi

Itu lebih terdengar seperti sesuatu diluar membenturkan tubuhnya berkali-kali untuk memaksa pintu agar terbuka. Orang-orang sangat ketakutan mengingat betapa tipisnya pintu depan, takut bahwa itu bisa terbuka kapan saja dan mengambil kuda-kuda untuk jaga-jaga. Pintu itu sudah bergoyang hebat dan bisa hancur kapan saja, seolah pintu itu tidak dibuat untuk menjadi pertahanan tapi hanya untuk sekedar hiasan. BRAK! BRAK! BRAK!
104.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Suamiku Gay?!

Suamiku Gay?!

Salahkan dirinya yang memiliki sifat tak tegaan dan semua permasalahan yang belum selesai akan selalu ia pikirkan. "Di mana dia?!" decak suara Teresia mengalun dan ia bersandar di dinding di belakangnya. Kedua matanya melirik pintu-pintu yang ada di dekatnya, Teresia tidak tau pintu apa semua ini namun saat memperhatikan satu pintu kayu besar di sampingnya, ia mendengar suara benda terjatuh dari dalamnya. Bulu kuduknya merinding, membayangkan ada hantu di dalam sana yang tengah mencari perhatian padanya.
9.336.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Mengubah Takdir Sang Antagonis dan Suaminya

Kabut tipis menggantung di udara, menyelimuti area di dekat sungai kecil yang membatasi lahan mansion dengan hutan kota. Valeriana, Lucas, Anna, dan Kepala Koki Pierre berdiri di depan sebuah pintu besi tua yang nyaris tersembunyi di balik tanaman rambat liar. Pintu itu merupakan akses kuno menuju saluran air lama kota.
9.936.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Antara Ambisi dan Cinta

Antara Ambisi dan Cinta

“Kunci pintunya dulu.” Trina mengerutkan dahi. “Oke .…” Setelah suara klik terdengar dari arah pintu, Cantika menambahkan, “Tirainya juga. Turunin semua.” Trina semakin bingung. Tapi tetap menurut, menarik tali tirai vertikal di belakang meja kerja Cantika hingga seluruh jendela kaca buram tertutup sempurna.
1011.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai pintu teralis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status