WANITA KEDUA SUAMIKU
dengan mendiang Ami," sahut Papa dengan ekspresi sendu. Ami? "Siapa Ami?" Tanyaku. "Diajeng Amira Pramesti, nama mama kita, Papa suka manggil mama, Ami, ya bisa dibilang panggilan kesayangan," jelas Bang Heru. "Namanya cantik," jawabku. "Secantik kamu, Nay. Mama sama kamu, wajahnya sulit dibedakan," ucap Papa lagi, kali ini ekspresinya begitu menyimpan kerindungan. Tapi, jika Papa sangat mencintai Mama sampai sekarang, kenapa Papa berpoligami? Selesai makan kami duduk digazebo belakang sambil menikmati cemilan yang disediakan Bik Siti. Gerimis di sore hari, menambah suasana menjadi sendu, tak lama Papa datang membawa figura kecil terlihat usang tapi masih terawat. "Ini mama kamu," ucap Papa
Bab Populer