Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

kata Aizha saat tiba di toko buah. "Wa'alaikum salam. Yo, silahkan, Neng pilih dulu. Mau beli buah, kan?" tanya penjual buah. "Iya, Mang. Saya mau beli jeruk sama apel masing-masing seperempat kilo," kata Aizha. "Oh, iya, siap. Saya pilihkan yang segar-segar. di Toko Buah Mang Bohek semuanya 'Segerrr Bener'," ucap Mang Bohek sambil mempragakan gaya khasnya.
104.0K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as piring buah
Read
+Library
Gara-Gara Nikah di KUA

Gara-Gara Nikah di KUA

Aku jadi penasaran dan membukanya. Mata ini langsung berbinar senang saat melihat beberapa buah segar di dalamnya. Ada mangga jumbo yang seperti punya Mira, apel, jeruk dan anggur. Ya Tuhan, punya siapa ini? Punya Bang Yursil atau punya siapa, ya? Aku menelan ludah melihat aneka buah yang ada beberapa diantaranya yang belum pernah kumakan. Apel dan anggur ini buah-buah mahal, kalo ini pembelian suamiku, dapat dari mana dia uang untuk membelinya?
1037.1K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as piring buah
Read
+Library
Istri Sementara Tuan Adam

Istri Sementara Tuan Adam

ucapnya sambil berlalu dari hadapan Sari. “Waalaikumsalam ...,” ucap Sari sambil memandangi kepergian tamunya sampai hilang oleh jarak. Sari segera masuk ke rumah dan membuka kantung plastik itu. Ia tampak terkejut mendapat buah-buahan yang cukup banyak. Dari pepaya, mangga, pisang, dan rambutan. Sari semakin penasaran siapakah Bu Nilam sebenarnya? Di zaman sekarang rasanya tidak mungkin ada orang yang tiba-tiba datang dan bersikap baik kepadanya, kalau tidak ada maksud tertentu.
7.518.6K viewsCompletedAdded to Library 743 Times as piring buah
Read
+Library
Rumah Tanpa Buah Hati

Rumah Tanpa Buah Hati

Tetapi saat ia melihat kondisi Janis, rasa sesal itu mendadak menguap begitu saja. "Lice … bisa tambahin tidak uang pinjamannya? Nanti Mas ganti setelah penjualan tanah di daerah S laku." Bram mencoba membujuk Alice, sambil menghitung uang yang baru saja di serahkan oleh adik iparnya tersebut. Belum sempat Alice menjawab, tiba-tiba terdengar ponsel Bram berbunyi, ternyata sebuah pesan masuk dari Mariam. [Bram, jangan lupa yang lima juta untuk Ibu. Kamu titip Anisa nanti ya!]
3.4K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as piring buah
Read
+Library
Dinikahi Profesor Galak

Dinikahi Profesor Galak

Ia tidak enak hati jika datang dengan tangan kosong. "Beli buah aja. Mamah lebih suka buah dari pada yang lain," jawab Zein. "Oh, ya udah," sahut Intan. Mereka pun pergi ke toko buah dan memilih buah kesukaan mertua Intan tersebut. "Mamah sukanya buah apa, ya?" tanya Intan. "Mamah itu lebih suka buah import. Seperti cerry, delima, jeruk santang, dan lainnya," jawab Zein.
9.985.5K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as piring buah
Read
+Library
Setelah Kau Pergi

Setelah Kau Pergi

"Acil mohon, anggaplah sebagai balas budi kepada Acil yang selama ini menjagamu." *** Bayu menatap jejeran cake dengan bentuk berbagai varian buah. Apel warna merah mengkilat, apel hijau, pir, alpukat, dan cherry. Bayu ingat, apel merah itu dulu kejutan untuknya. Mendadak jantungnya berdetak lebih cepat. Apakah itu juga pertanda kejutan? "Sudah datang?" tanya Anita dengan senyuman. Bayu tau itu senyuman yang dipaksakan.
1063.8K viewsCompletedAdded to Library 1.6K Times as piring buah
Read
+Library
Pernikahan Dini

Pernikahan Dini

ujar Babeh Rojak seraya tangannya menyuruh Jodi agar bangun dari tempat duduknya. "Beh, kayaknya kesemek lagi kagak musim deh," ucap Jodi. "Loe cari deh di pasar, kang buah atau supermarket pasti ada kok." Babeh Rojak kembali mendesak Jodi agar menuruti permintaan menantunya itu. Jodi berdiri. Bersiap untuk membelikan buah itu di supermarket dekat rumahnya. Sayangnya menurut karyawan buah itu sedang kosong stok persediaannya. Terpaksa Jodi harus mencari ke tempat lain.
1028.0K viewsCompletedAdded to Library 643 Times as piring buah
Read
+Library
Pesta Pembuahan

Pesta Pembuahan

Meskipun sedang sibuk menyesap minuman di gelas highball, matanya tetap saja terpaku padaku. “Selamat datang di pesta pembuahan.” Lantunan suara merdu yang bersumber dari pusat ruangan menggema memberi sambutan. Ametika Putri, biasa dipanggil Madam Ame yakni, wanita yang sudah membesarkan sahabat seperjuanganku sejak di panti asuhan hingga sedewasa ini. Beliau berjiwa independen sehingga enggan berkomitmen dalam bentuk apapun. Selain itu sifatnya yang teguh pendirian, tegas dan dermawan, menjadikannya sosok yang dipuja-puja banyak orang. Jumlah koneksinya di seluruh dunia tak terhingga. Aku begitu mengaguminya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as piring buah
Read
+Library
DI PELUKAN TUAN PEMBURU BERBAHAYA

DI PELUKAN TUAN PEMBURU BERBAHAYA

Itu adalah pesan teks terakhir yang Papa kirimkan, setelah Arthur berkali-kali mengirimkan pesan beruntun untuk menanyakan keberadaannya. “Pekerjaan kami berhubungan dengan orang-orang kaya yang serakah.” Arthur memulai kalimatnya dengan suara rendah. “Kamu pernah dengar lukisan Raden Saleh yang dinyatakan lenyap karena insiden kebakaran? Atau tentang konglomerat yang menyimpan gading gajah purba langka di rumahnya. Sementara gading gajah serupa yang di pajang di musem ternyata palsu?”
10389 viewsOngoingAdded to Library 13 Times as piring buah
Read
+Library
Saat Aku Salah Membencimu

Saat Aku Salah Membencimu

Karena bosan menunggu, Hazel berjalan pelan ke arah luar gerbang dan di sanalah ia melihat seorang bapak-bapak penjual rujak buah yang lewat sambil mendorong gerobaknya. Saat bapak-bapak penjual rujak buah itu lewat, mata Hazel langsung tertuju ke sana. Di gerobak itu ada potongan jambu air, kedondong, semangka, nanas, mangga muda, jambu jamaika, pepaya, bengkuang dan beberapa buah lain. Perut Hazel tiba-tiba terasa ingin sekali memakannya, bahkan lebih ingin daripada makanan apa pun yang beberapa hari ini membuatnya mual.
753 viewsOngoingAdded to Library 23 Times as piring buah
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status