Kematian Palsu Adikku
Namun, tanpa ragu ayahku mendekat, menunduk di atas jasadku yang membusuk, menangis tersedu-sedu.
“Valarie, anak kesayanganku sudah kembali.”
“Sayang, bagaimana kami bisa melanjutkan hidup dengan melihatmu seperti ini?”
Tangannya mencengkeram erat jasadku yang sudah tinggal tulang belulang, seolah takut putri kesayangannya akan pergi begitu saja.
Dadaku terasa sakit sampai hampir tak bisa bernapas, tapi melihatnya begitu berduka, aku tetap ingin memeluknya.
Capítulos Populares