Perempuan Bermahar Lima Miliar
Bashori bermaksud menenangkan rasa gundah sahabatnya tersebut, “Ya, mau bagaimana lagi atuh, Nam. Namanya juga anak-anak. Pasti pada punya keinginan dan pilihannya sendiri-sendiri. Istilahnya mah, ‘kalapa samangar, moal sarua kabèh.’ Pasti ada saja, satu-dua, yang berbeda. Yang terpenting mah, ilmu yang telah dia dapat, bisa berguna buat dia dan bermanfaat juga untuk orang lain. Bukannya begitu, Nam?”
Diam-diam, Umi Afifah bergumam di dalam hati mendengar ucapan suaminya baru saja. Katanya, ‘Iya. Kalau menasehati orang lain mah, meuni pinter da ari si Abah. Giliran anak sama sendiri mah, meuni keukeuh, tidak mau mengalah. Padahal mah da, apa kurangnya coba si Ujang Izan. Sama-sama anak muda
Hot Chapters