Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta di Kursi Roda

Cinta di Kursi Roda

Laila menunduk, memetik bunga liar yang tumbuh di bawah pohon itu, lalu berbalik menatap Raka. “Lihatlah bunga ini,” katanya, sambil mengangkat bunga liar yang kecil namun cantik di tangannya. “Bunga ini tumbuh di antara rerumputan yang mungkin tidak diperhatikan orang. Tapi ia tetap tumbuh, tetap mekar, dan memberikan keindahan bagi siapa pun yang mau melihatnya.” Raka menatap bunga itu, mencoba memahami maksud Laila. Ia merasakan sesuatu yang hangat merambat di hatinya. “Kamu mau bilang… bahwa aku bisa seperti bunga ini?”
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
Pelukis Buta Milik Sang CEO

Pelukis Buta Milik Sang CEO

“Udah deh jangan kebanyakan mikir, masa iya kamu nolak jual bunga. Bukankah kamu penjual bunga,” “Tidak menolak, hanya saja …” “Banyak ngeles sih,” “Kan banyak florist yang menjual bunga beraneka jenis. Kenapa pesan bunga padaku? Kasihan ya? Pasti kamu kasihan sama gadis buta seperti diriku. Sudahlah jangan banyak basa-basi,” “Yaelah, bukannya seneng malah marah,” “Tapi aku gak mau dikasihani,”
109.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Garden Of Mirror ( OBLIVION )

Spring Roam Sepasang manik itu menatap, pada bunga, pada makhluk Begitu cantik, begitu indah Kelopak warna-warni yang dibentuk sempurna menyerupai wajah Daun yang meliuk lembut selembut gerakan Sedikit juga tidak membuat penat, terlalu indah Aroma menyebar, semerbak Memenuhi luas padang rumput dengan bunganya Gadis yang seperti bunga, terlalu elok untuk dilewatkan Apa dengan kata? Tidak dengan kata? Semesta mengetahuinya, namun pasang mata hanya tahu ia merampasnya Ia rampas cahaya dari bumi Ia rampas hangat dari api Ia rampas kehidupan dari dewi Turun, tenggelam, menghilang Teriakan pecah, gaduh hingga gersang Dimana dewi?
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Namun, 'Tidak bagimu, Aida . Puisi yang dia bacakan hendak dituju untuk wanita yang mendadak datang ke hidupnya saat ini. Wanita yang telah mengubahnya secara perlahan. Ucapan yang lembut, membuat dirinya mulai menyukai sosok Aida. Awal pertemuan yang sangat singkat seperti menemukan hamparan dandelion ini ketika masih duduk di bangku SMP. Dalam hati, Fathan mulai mengingat kembali mengapa dirinya sangat menyukai bunga ini.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 86 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
Selir Shen: Menulis Ulang Takdir di Istana Dingin

Selir Shen: Menulis Ulang Takdir di Istana Dingin

batinnya menahan tawa. Ia berjalan ke jendela. Di halaman, pohon plum musim dingin mulai berbunga, kelopak merah muda menembus salju. “Bunga bisa berbicara tanpa suara. Simbol kesetiaan, keteguhan juga kesedihan, serta harapan.” Ia menoleh pada dayang kesayangannya. “Kalau aku bisa membuat Ibu Suri tersentuh, maka ....”
101.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
My Wife is My Suspect

My Wife is My Suspect

“shì nǐ ràng wǒ kànjiàn gānkū shāmò kāi chū huā yī duǒ You’re the one who made me see that there’s a flower bloomed id the dry dessert shì nǐ ràng wǒ xiǎng yào měitiān wèi nǐ xiě yī shǒu qínggē You’re the one who made me want to write a love song for you every day yòng zuì làngmàn de fù gē Use a romantic chorus nǐ yě qīng qīng de fùhè
9.232.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 715 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
Bunga Perang Shogun Tokugawa

Bunga Perang Shogun Tokugawa

Rough winds do shake the darling buds of May, And summer’s lease hath all too short a date. Sometime too hot the eye of heaven shines, And often is his gold complexion dimmed; And every fair from fair sometime declines, By chance, or nature’s changing course, untrimmed; But thy eternal summer shall not fade, Nor lose possession of that fair thou ow’st, Nor shall death brag thou wand’rest in his shade, When in eternal lines to Time thou grow’st. So long as men can breathe, or eyes can see, So long lives this, and this gives life to thee
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
Perangkap Cinta Sang CEO

Perangkap Cinta Sang CEO

Aidan tersenyum dan mulai mengingat lagi. "You are my heart poetry when my longing endlessly. I want you to be there when I open my eyes until I closed them at night. You cast away my grey haze, on the long search of my savanna. What a morning dew. You wipe all the thirst for my loveless heart, you are the aurora portrait that I drew for my sundown. You are like a beautiful flower that colors my spring. In times of this heart upset, you make it bright. You are my sun, and you are the ocean. Where my heart empties, you are the answer to my prayer. Which ends of my waiting, like a shooting star. The last hope of my heart," ujar Aidan membacakan puisi yang pernah dituliskannya dulu untuk Malikh
8.823.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 491 kali sebagai poems about flowers
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status