KEMBALINYA SANG RATU
“Pepatah Rusia menyebut birch sebagai sahabat manusia—walau badai menderu, ia tetap tegak, menanti musim semi.”
Seorang petani yang semula skeptis mengangkat tangan. “Apa pelajaran kita dari pohon birch?”
Lintang menunduk sejenak, lalu menatap mata petani itu. “Bahwa kita, seperti pohon birch, harus mampu bertahan dalam kekeringan dan badai pasar. Jika akar kita kuat—yakni budaya dan kejujuran—maka badai pun tak dapat menggoyahkan tekad. Pohon birch bertahan karena ia menyesuaikan rantingnya, membiarkan daun gugur di musim dingin, menunggu saat yang tepat untuk tumbuh kembali”.