Dimanja Tiga Majikan Cantik
Sialan bener ini politikus!
Bahkan saking emosinya aku, si Gatot di balik celana kargoku yang tadinya kalem ikutan tegang, seolah siap diajak perang fisik malam ini juga.
"Sabar Tot, ini musuhnya mafia politik negara, bukan preman terminal yang bisa kita hajar pake linggis atau kunci inggris," batinku menenangkan insting liarku sendiri.
Tapi tetep aja, harga diriku sebagai pelindung keluarga rasanya diinjak-injak kalau sampai hal itu terjadi.