Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dok, Please Cukup!

Dok, Please Cukup!

Menjelang akhir makan malam, Nindy akhirnya memberanikan diri untuk menanyakan soal bekas paku yang ia lihat di lorong tadi, mencoba menyampaikannya dengan nada seringan mungkin agar tidak terkesan seperti sedang menyelidiki sesuatu. "Bu, tadi Nindy liat ada bekas paku kosong di lorong, di antara bingkai-bingkai foto itu," ucap Nindy sambil tersenyum, mencoba terdengar sekadar penasaran biasa. "Itu bingkainya kenapa, Bu?" Bab 120
1036.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 922 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
Primadonaku

Primadonaku

berangkatlah menuju kediaman Anggodo. Sesuai dengan rencananya Jodi menghenrikan motor di seberang bangunan rumah besar yang berpagar tinggi. Untuk tidak menarik perhatian orang jika hanya duduk di atas motor mengawasi sekitarnya, maka Jodi segera membidikkan camera ke beberapa obyek di sekitar tempat itu, dengan gaya fotografer yang sedang hunting, maka ia mengarahkan cameranya ke berbagai pohon dan apa saja di sekitarnya. Hingga kini cameranya terarah ke depan gerbang rumah Anggodo.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
My Bitchy Lady

My Bitchy Lady

Dylan membuka pintu pondok itu, mengajak Gita untuk masuk ke dalam dan mulai membantu gadis itu membuka beberapa pakaian luarnya. Mereka berdua terlihat menggigil kedinginan. “Dylan apakah di tempat ini ada perapian?” “Tentu saja, kamu duduklah di sini, biarkan saya mencari tempat perapiannya.” Dylan menyiapkan beberapa potong kayu bakar yang tersedia di dalam pondok untuk membuat sebuah perapian. Setelah menemukan pematik api, Dylan menyulut api pada serpihan kayu kecil hingga terbakar dan menaruhnya pada potongan kayu yang lebih besar.
9.411.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 346 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
Gairah Cinta Roosje

Gairah Cinta Roosje

Bilik : Anyaman bambu untuk dinding rumah atau alas. 2. Samak : Tikar yang terbuat dari bahan daun pandan. 3. Hawu : Tungku tradisional. 4. Galar : Batang penguat untuk menempatkan bilik. 5. Mengasur-asur : Membenahi kayu bakar agar nyala api di dalam tungku tetap terjaga. 6. Seupan : Kukus.
3.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
LEGENDA PENDEKAR BUNGA

LEGENDA PENDEKAR BUNGA

Selanjutnya mereka masuk ke pondoknya masing-masing. Rumah utama di tempat itu terbuat dari kayu jati berukir. Seluruh dindingnya menggunakan anyaman bambu yang cukup tebal. Begitupun dengan pondok para prajurit. Semuanya tampak rapi dan indah. Aradana mengakui tempat itu jauh lebih nyaman daripada gubuknya yang berada di dalam hutan. Lantai rumah juga dibuat dari bahan batuan padat yang sudah dihaluskan permukaannya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
Penakluk Sihir Iblis

Penakluk Sihir Iblis

Huànyǐng berseru memanggil-manggil penuh semangat saat mereka tiba di depan sebuah pondok sederhana yang berdiri di tengah rimbunnya pepohonan. Sebuah suara berat menyambut mereka. "Hei, bocah nakal! Masuklah!" Huànyǐng dan Lei segera berlari mendekati pondok itu. Bangunannya sederhana, terbuat dari kayu cemara yang dihaluskan. Namun, bagian dalamnya lebih menyerupai perpustakaan dibanding tempat tinggal biasa. Rak-rak kayu dipenuhi gulungan kitab, botol-botol kaca berisi ramuan, serta beberapa peta dan lukisan yang terpasang di dinding.
103.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
Penderita Kanker Jadi Manusia Super

Penderita Kanker Jadi Manusia Super

"Pondok itu berada di tanjung di sisi seberang. Sekitar tiga puluh meter dari mangkuk. Ada tanah lapang berbatu di depannya, dan..." Jack memfokuskan kembali lensa. Ada bangunan kedua. Itu adalah platform terbuka yang ditopang oleh tiang beton tebal. Dasarnya sekitar tiga meter dari tanah. Sebuah tangga logam menyediakan akses. Benda di atasnya menarik perhatiannya. Benda itu terlilit kanvas, tetapi siluetnya tak salah lagi. "Itu meriam." "Meriam?" ulang Timmy.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
Penghancur Dunia Magis

Penghancur Dunia Magis

Tampaknya, ada sesuatu tak kasat mata membatasinya. Di dalam pondok, terdapat sebuah meja kayu sepanjang 1,5 meter, dan lebar 1 meter, dengan pasir ditengahnya. Di ujung meja terdapat sekat sekat yang berisi bendera-bendera kecil dengan warna; merah, biru, kuning, dan hijau. Di sudut ruangan, terdapat meja lain yang lebih kecil dengan lima buah botol air minum berukuran satu liter diatasnya. Di dekatnya, terdapat sebuah kursi kayu yang hanya bisa diduduki oleh satu orang.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai pondok kayu
Baca
+Pustaka
Menuju Matahari

Menuju Matahari

Apakah permukaan kayu itu adalah dinding sebuah rumah? Dan Jaladri memerlukan waktu beberapa saat sebelum ia kembali bisa bernapas dengan lancar kembali. Saat itu suasana terang benderang oleh nyala lampu minyak kecil di dinding. Jaladri menatap tajam sekelilingnya. Ternyata benar, ini sebuah pondok. Dan menilik waktu yang ia tempuh saat digotong Suwung Saketi sambil berlarian cepat tadi, tempat ini pasti tidak berjarak terlalu jauh dari pusat kota Kenipir. “Jangan noleh ke kiri!” kata Saketi, sambil membaringkan Remak di amben bambu ruangan tersebut.
9.526.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai pondok kayu
Tampilkan Ulasan (17)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
GoodNovel beruntung sekali ada penulis sekelas Mas Wiwien yang mau ikut menyumbangkan karyanya. Salah satu harta karun di platform ini. Cerita yang sangat layak baca bagi siapapun yang paham bedanya karya yang benar-benar bagus dan berkualitas, bukan sekadar "bagus" karena statistik.
KSATRIA PENGEMBARA
Numpang Promo y thor ! Pernah terbayangkan ngak ? kalau ada seorang pendekar dari JAWA DWIPA yg suka mengembara ke berbagai negeri & bertarung dg semua pendekar-pendekar hebat dari seluruh dunia. Pastinya pengembaraan ini sangat menarik utk diikuti Ksatria Pengembara akan UPDATE TIAP HARI
Baca Semua Ulasan
Pendekar Tombak Matahari

Pendekar Tombak Matahari

Kedua pemuda ity langsung memasukinya. Sebuah bangunan yang sederhana tetapi luas, ada banyak pilar besar yang terbuat dari kayu jati hitam berusia puluhan tahun, yang diukir dengan banyak simbol-simbol abstrak. "Selamat datang di pondok beladiri."
928.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 987 kali sebagai pondok kayu
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Kebo Rawis
Ah, akhirnya menemukan salah satu mutiara terpendam GoodNovel yang bisa jadi alasan untuk mengisi ulang koin. Semoga sang penulis selalu sehat agar cerita ini lekas diselesaikan dan tidak membuat penasaran.
Rana Semitha
Regulasi GN yang baru membuat harga satu babnya menjadi 14 koin. Hal itu tidak disampaikan kepada para penulis sehingga banyak penulis yang tidak menyadari. Untuk para pembaca, bisa membaca mulai bab 65, di bab tersebut saya menulis cukup banyak kata hingga bab-bab berikutnya. Terima Kasih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status