Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Nona, tempat ini sangat indah." Sejak mereka sampai, Jinjia tak berhenti menyatakan kekaguman. "Lihat, aku bisa bercermin di air danau," tambah Jinli. Seperti namanya, paviliun Teratai adalah bangunan yang dasarnya berbentuk teratai dan terletak di tengah danau. Airnya yang jernih penuh ikan hias berwarna-warni.
1026.7K viewsCompletedAdded to Library 560 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
LUKA TERPENDAM

LUKA TERPENDAM

lanjutnya pelan Sebelumnya di Apartemen Aksa terbangun saat bebrapa jam sudah terbaring di sofa, kemudian melihat jam pada dinding yang tertempel di dinding yang menunjukan jam setengah delapan malam. Kruk krukk Aksa melihat perutnya yang berbunyi “Astaga” Gumamnya saat merasakn perutnya meminta untuk di isi, dengan berat ia beranjak tempat duduknya berjalan menuju dapur, Aksa membuka isi kulkas namun nihil tidak ada makanan hanya ada Minuman kaleng saja dan beberpa buah-buahan Aksa mengambil satu buah apel untuk mengganjal perutnya.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 164 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
TERJERAT BERONDONG

TERJERAT BERONDONG

ucapnya patuh dan segera melaksanakan perintah tuan mudanya itu. "Mau apa kamu?" tanya Tere panik, berusaha mengejar Buk Atik, tapi segera ditahan Arya. "Kenapa mama panik? Kalau pun Mama hamil sudah jelas itu anak Papa!" hardiknya keras. Tere menggeleng lalu mengangguk-angguk seraya berkomat kamit. "Ya ... ya ... itu anak papamu!" bisiknya menguatkan diri. Bik Atik muncul dengan tong sampah di tangannya.
9.939.6K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as pondok teratai 46
Read
+Library
Memantai [Tamat]

Memantai [Tamat]

Tak lama kemudian Rianti dan Emmy jalan beriringan mendekat. Di suatu areal parkir mobi terdekat di balik gedung. Riris dan Wandi sama-sama beru saja keluar dari mobil mereka. Seperti biasa, Wandi sibuk menekan-nekan ponselnya “Weekly Report consept” “Hari/tanggal; action plan; target; rincian; pencapaian; evidence,” sebuah tulisan yang berformat rapi di layar ponsel Wandi yang ia baca sambil berjalan cepat.
109.1K viewsOngoingAdded to Library 353 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
Bahagia Setelah Terusir

Bahagia Setelah Terusir

Informan duduk sambil meletakkan sebuah amplop coklat dan plastik kecil ke atas meja. Sanad mengambil dan membukanya. "Benar dia asli Bangkau. Dia sulung dari empat orang bersaudara. Satu orang adiknya perempuannya sudah menikah, satu kuliah, dan satu lagi masih mondok. Tera bukan perempuan biasa. Dia pemilik Teratai Produksi yang memproduksi kerupuk dari ikan gabus." informan itu membuka plastik, ia mengeluarkan sebungkus kerupuk dan menyerahkan kepada Sanad.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 219 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
PETAKA MADU BARU

PETAKA MADU BARU

tanya Naila dengan gemetar setelah di sepanjang lorong sempit ini mendengar bunyi-bunyian, teriakan pemuda mabuk, rayuan wanita malam, suara gitar dan nyanyian anak jalanan yang berkumpul di warung kopi, kawasan ini cukup padat penduduk. "Ini kampung orang, kita akan numpang sementara di sini" jawabku. "Tapi ... Nai, takut Ma, " ujarnya sambil melirik kiri dan kanan. "Gak usah takut, tidak ada yang akan mengganggumu," jawabku sambil mengajaknya masuk. Baru saja kami duduk dan menghela napas, tiba tiba pintu diketuk. Dengan gencar dan Kecak seolahnointu itu akan patah jadi dua.
7.3K viewsCompletedAdded to Library 189 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
Gadis Kesayangan Sang Mafia

Gadis Kesayangan Sang Mafia

Terutama barisan depan yang melemparkan kata-kata kotor. "Aku ingin kau menaikkan harga gadis itu. Penawarannya ternyata jauh lebih tinggi dari yang aku bayangkan." Suara Nyonya Poppy terdengar dari sisi jeruji. Ia tengah berbicara dengan pria bertato yang ternyata bernama Tuan Terron. Terron mengangguk dan menyuruh asistennya untuk mencatat nominal yang dibisikkan oleh Nyonya Poppy. "Baiklah, kita mulai dari 40 ribu dolar saja."
109.7K viewsCompletedAdded to Library 243 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
Patah

Patah

“Ini pohon trembesi. Memang penghasil oksigen banget. Tapi akarnya ngerusak. Cocoknya memang di lahan kosong yang nggak ada bangunan. Aku hemat banget tebang pohon waktu buka lahan ini. Rumah aja tadinya mau di sisi seberangnya, tapi terlalu banyak tebang pohon. Aku pindahin aja.” Mereka berbincang santai sambil mengunyah. Hanya roti beroles selai coklat dan susu UHT. “Ayo kita ke sana. My other fave spot.” Manggala sangat bersemangat mengajak Nayara. Membuat Nayara terkekeh dan mengikuti tarikan tangannya. *** [1] Flona = Pameran flora di Lapangan Banteng, Jakarta Bersambung
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 979 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
Petualangan di Planet Tera

Petualangan di Planet Tera

Tubuhnya terasa sangat segar, meski telah berlatih habis-habisan sehari sebelumnya. "Rama, ayo ikut aku!" Teriakan Pariraka terdengar dari jarak yang cukup jauh. "Ya!" Rama menjawab singkat sambil bergegas menyusulnya. Mereka tiba di sebuah danau. Airnya sangat jernih. Rama dapat melihat tumbuhan air dan ikan-ikan yang berada di dasarnya. "Kita akan mandi?" tanya Rama.
1.7K viewsOngoingAdded to Library 50 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
GADIS TERNODA

GADIS TERNODA

Meskipun usianya sepuluh tahun di atasku, bagiku dia tetap terlihat sempurna. Sudah dua tahun dia harus beraktifitas dengan kursi roda. Diusianya yang ke empatpuluh delapan tahun, harus menjalani ujian hidup seberat ini. Walau kini bobot tubuhnya mengecil dan tidak proporsional bagiku dia tetap terlihat menarik. Begitu besarnya cintaku kepadanya hingga tak pernah sedikitpun terlintas dalam benak untuk menghianatinya.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 192 Times as pondok teratai 46
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status