Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)

TERNYATA ISTRI PEMBAWA HOKI ITU (TIREN)

Ia terombang-ambing di udara, jauh dari sungai yang ganas, hingga mendarat di sebuah pondok kecil yang tersembunyi di tengah hutan rimbun. Di balik bayang-bayang pepohonan, sosok wanita misterius yang selama ini mengamatinya diam-diam berdiri, wajahnya tertutup tirai rambut hitam dan sorot matanya penuh rahasia. Tubuh Parman yang lemah terbaring di lantai kayu pondok, sementara wanita itu mengawasi dengan tenang, seolah menjadi penjaga tak kasat mata di antara dunia nyata dan bayangan.
10677 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

lirihnya. Bram mengusap wajahnya dengan kasar. Jam yang menempel di dinding kamarnya telah menunjukkan angka dua puluh tiga. Melihat perabotnya yang sudah dia siapkan baik-baik, laki-laki lajang itu berniat ingin melelapkan netranya, sejenak terbang ke pulau kapuk. Namun, belum genap lima menit netranya terpejam, tiba-tiba terdengar notifikasi ponselnya berbunyi.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

NONA JANDA TERJERAT BERONDONG

jawabnya langsung tanpa melihat wanita di depannya. "Boram?" decaknya. "Namanya aneh. Kampungan. Udik. Sama kayak wujudmu." "Jen, jangan begitu. Berapa Mbak?" Anggita ingin sekali cepat-cepat menyeret Jenna keluar. "350 ribu Mbak." Anggita mengangguk dan mengeluarkan dompetnya sementara Jenna memandang rendah Boram yang tersenyum tipis. "Nggak usah senyum-senyum palsu begitu." Senyuman Boram memudar.
9.88.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Jodoh Tak Terduga

Jodoh Tak Terduga

Pria itu mendekat dan memegang tangan Naima dengan lembut. Gubraaakk! ‘Naima jangan pingsaaan!’ Sikap Ferdi yang menurutnya aneh, menambah kebingungan di wajah Naima. Tapi, tunggu dulu … mas kawinnya …. Dear ... 25 ribu US dollar itu berapa?
1031.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Tetanggaku yang Menggoda

Tetanggaku yang Menggoda

"Kakak nakal sekali! Aku sedang makan es krim, Kakak malah menggelitik aku!” Aku meniru cara bicaranya. "Luna, kamu punya tumor di sini? Dadaku rata, nggak ada apa-apa.” Tak disangka, dia langsung mengangkat bajunya, memperlihatkan dua payudara besar berwarna putih dengan puting berwarna merah muda. Dia benar-benar sepolos itu! "Aku juga punya dua tumor di sini. Kalau kamu bantu isap punyaku, aku akan isap punyamu juga.”
63.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Terpikat Janda Montok

Terpikat Janda Montok

Plakkk Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Haikal dengan sempurna hingga mengejutkan dirinya. Haikal reflek memandang wanita paruh baya di hadapannya dengan sorot mata menyala. "Mamah, ada apa?" ucapnya sembari memegangi pipi yang terasa kebas. Brakk Mamah Siska melemparkan sebuah map cokelat tepat di wajah Haikal. "Apa itu?" ucapnya marah besar. "Tolong jelaskan sekarang juga!"
1091.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Ternyata Suamiku Bukan Pria Biasa

Ternyata Suamiku Bukan Pria Biasa

Di hadapannya, sebuah pondok kayu mewah berdiri dengan latar belakang langit biru dan air laut berwarna turquoise yang berkilauan. Pondok tersebut berada di atas air, dikelilingi oleh terumbu karang yang bisa dilihat jelas dari dek. Angin lembut membawa aroma segar dari laut, sementara suara ombak yang tenang menciptakan suasana damai. Arion menggenggam tangan Elara saat mereka memasuki pondok. Interiornya menyatu sempurna dengan alam, dengan dinding kayu yang halus, jendela besar yang menawarkan pemandangan langsung ke laut, dan lantai yang terbuat dari kayu jati yang memberikan nuansa hangat.
1098.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai pondok teratai 46
Tampilkan Ulasan (59)
Baca
+Pustaka
Pati Toba
Bagi yg baru berkunjung ke beranda cerita ini dan berniat utk mulai membaca bab 1 nya, kalian berada di jalur yg tepat. Pokoke dijamin gak bakal nyesal deh. Romantisnya dapet, actionnya dapet (serasa nonton film beneran), komedinya jg ada. Pokoknya author sgt pintar mengolah jln ceritanya.
reefisme
Dear ReeFellows!! Author sudah luncurkan buku baru ya... Silakan klik profil Author, atau lakukan pencarian dengan judul "DIBALIK KEMUDI SANG PEMEGANG KENDALI". Hope you will enjoy it as much. Happy reading!! 17.02.25
Baca Semua Ulasan
Dompet Tak Terbatas

Dompet Tak Terbatas

“Rata-rata kecepatan smash 105 km/jam. Tinggi loncat 3,45 meter. Dia baru 18 tahun.” Jerry kepala pemandu bakat klub Surabaya Falcon menambahkan, “Kami bahkan siap kontrak Rp5.000.000.000 untuk mengamankan dia.” Sementara itu, perwakilan Dakarta Putra, Lukman, menjawab santai, “Kami siap lebih tinggi dari itu. Anak macam Raga ini masa depannya cerah.” Pelatih Jaenal mengangkat tangan, menenangkan mereka.
4.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Istana Yang Ternoda

Istana Yang Ternoda

Ia memang paling lemah kalau sudah soal mainan langka. Malam harinya, ketika Kania sedang santai di sofa sambil memijat kakinya yang pegal, Nayaka tiba-tiba memanjat ke pangkuannya sambil berseru nyaring: "Mamaaa … Nayaka mau punya adik! Adik cewek yang lucu!" Narendra muncul dari belakang sambil membawa daftar nama bayi di tablet. "Kalau boleh saran, aku udah buatkan 5 nama pilihan. Ada nama Jepang, Inggris, dan satu nama Arab biar internasional."
1017.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 357 kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Sì Hong To (Golok Empat Penjuru)

Naga Sakti bergerak indah, tubuh melayang—tapi Macan Tutul menghindar. Bruk! Tinju Macan Tutul mendarat di perut Naga Sakti. Penonton terdiam. Naga Sakti terhuyung. Tante Mesum menggigit bibir. Apa ramuan Poli bereaksi lambat? Naga Sakti bangkit. Matanya menyala. Jurus Teratai di Musim Semi—lambat, indah, mematikan. Tinjunya melesat. Tapi Macan Tutul sudah tidak ada.
461 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai pondok teratai 46
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status