Benih Papa Sahabatku
Asap r0kok membumbung tinggi di udara.
"Apalagi yang kamu tau tentang Papahku?" Ferry bertanya, tatapannya begitu lekat.
Mutiara duduk santai di sofa depan televisi, sela jarinya terselip sebatang r0kok.
"Banyak. Aku banyak tau siapa papamu dulu. Tapi, bagusnya kamu sendiri yang menemuinya. Kamu belum pernah melihat sosok papahmu itu 'kan? Aku yakin, Gauri enggak akan membiarkanmu menemui Ferdi. Ah, perempuan itu kenapa umurnya panjang sekali? Setiap hari aku berharap ibumu cepat mati."