Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol

Dibuang Anak Dinikahi Pengusaha Jalan Tol

Mungkin menurut Lina, kata maaf yang sudah meluncur dari mulutnya tadi sudah cukup menebus semua kesalahannya. Tiba-tiba, aku dikagetkan dengan kemunculan Mbak Woro. Kepalaku bergerak melihat ART yang datang dengan membawa dua ember berisi setengah air. “Buat apa, Mbak?” Aku berdiri dan mendekat. Melongok pada ember, aku semakin dibuat heran. Ada beberapa bunga mengambang di dalam airnya. Bukan bunga kuburan, tetapi, hanya bunga yang dipetik dadakan dari kebun belakang rumah sepertinya. Itu bunga Bougenville putih dan merah.
1013.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 386 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
Gadis Rahasia Sang Pewaris

Gadis Rahasia Sang Pewaris

Tampaknya dulu ada salah satu anggota keluarga yang suka berkebun. Indira tersenyum, kemudian membungkukkan tubuhnya. Memeriksa pot plastik yang ditumpuk menjadi satu. Semuanya masih dalam keadaan bagus, hanya perlu dibersihkan dengan air agar terlihat seperti baru. Tanpa ragu sedikit pun, Indira menyalakan keran air. Mencuci satu-persatu pot plastik yang semula tersimpan di gudang kayu seperti seonggok barang tak berharga. Sisa kotoran dan tanah yang menempel pada pot langsung luruh bersama air yang mengalir.
1033.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

Kesepakatan Hati: Terjebak Pelukan Sang Mantan

di tempat itu. Selain sarung tangan, ada juga beberapa lembar plastik zipper bening yang dibelinya. Cora menduga plastik itu akan mereka gunakan untuk meletakkan apa-pun sample DNA yang mereka temukan di sana. Tidak hanya sua barang itu, ada satu lagi benda yang Cora lihat ada di dalam kantong belanjaan Reno. Cora memicingkan matanya, mengintip ke dalam plastik itu, sebelum ia mengeluarkan sebuah benda berbentuk tabung dari dalamnya.
1036.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 879 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Toko bunga kecil milik Evelune. Jendelanya besar dengan bingkai putih, dipenuhi pot-pot bunga yang ditata rapi. Hydrangea biru, mawar putih, dan beberapa bunga liar dari bukit tumbuh berdampingan, memberi warna lembut pada bangunan sederhana itu. Evelune berhenti di depan pintu. Ia mengeluarkan kunci kecil dari saku mantelnya. Saat pintu dibuka, lonceng kecil di atasnya berbunyi pelan.
10621 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
Sidekick

Sidekick

Sebelumnya bau bunga-bungaan, yang kadang malah lebih ke serem kalau keendus malam-malam. Beberapa bunga segar ditaruh di sudut-sudut ruangan. Denger-denger Pak Jaya suka yang natural, kaya gitu salah satunya. Dia suka sama bunga-bunga asli untuk pajangan. Dia nggak suka bunga plastik, sarang debu, kata Imas sih gitu. Jadi Imas harus rajin ngingetin GA untuk ngeganti bunga kalau udah mulai layu.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 214 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
Jodoh Dari Anakku

Jodoh Dari Anakku

Bunga anggrek bulan dan dendrobium yang didominasi warna putih dan ungu itu dirawatnya dengan sepenuh cinta. Demikian pula dengan mawar jenis Grandiflora dan Sunsprite berbagai macam warna. Maryam sampai lupa rasa sakit karena kontraksi palsunya. "Mbak, bisa tolong ambilkan pot kecil di sana?" Seru Maryam pada asisten rumah tangganya. "Ya, Bu.." Asisten rumah tangganya itu tak lama tiba membawa setumpuk pot putih yang akan digunakan Maryam. Meski gerakannya sedikit lambat karena konsentrasinya terpecah mendengar suara geraman kucing.
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
FIORE

FIORE

Etheldreda Cindyriesoursriri
Passiflora. Aria mengambil botol tersebut dan melihat isinya dengan seksama. Bunga berwarna gradasi biru ungu dan putih, dengan kelopaknya yang berjarak, putik yang panjang dan aneh— nyaris menyerupai rambut bergelombang. “Hei, Iris.” Aria memanggilnya dengan suara nyaris berbisik. Ia tidak ingin menarik perhatian siapapun di toko tersebut.
105.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
GGAP 3 : THE LAST

GGAP 3 : THE LAST

Jawab Chintya dengan begitu santainya mengeluarkan sebuah benda yang terbungkus dalam plastik transparan. Mata Rose terbelalak ngeri. Sementara yang lainnya terkejut dengan benda yang ditunjukkan oleh Chintya, "Dek, kamu apa-apaan, sih? Masa barang tidak berguna kayak begitu dibawa?" Teriak Lana kesal.
9.4579.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23.2K kali sebagai pot bunga plastik
Tampilkan Ulasan (131)
Baca
+Pustaka
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Bayu Pranoto
gimana caranya narik vote nya, biar anjlok ratingnya? gak pantes sih novel dengan yg update nya gak jelas dan jarang. awal bagus makanya pada rating, vote banyak tp kalau udah kayak gini ga boleh dibiarin, besar kepala
Baca Semua Ulasan
THE FRAPPUCINO MURDER

THE FRAPPUCINO MURDER

Kemudian, si pemilik wajah yang sama dengan orang-orang dengan hobi aneh itu akan menunjukkan rasa tidak puas karena melihatku masih bernyawa. Sekarang, di sinilah aku berada. Tempat ini berbentuk persegi panjang dengan satu pintu di bagian selatan yang diapit dua jendela. Masing-masing sudut di dekat pintu terdapat sebuah pot bunga berdiameter tujuh puluh lima sentimeter yang terbuat dari beton. Bunga Peace Lily, yang terkenal selain karena penampilannya yang cantik tapi juga karena kemampuannya yang dapat membersihkan udara, menempati dua pot yang beruntung itu. Jika dilihat secara lebih luas, tempat ini berisikan lima meja kayu yang disetiap meja terdapat empat barel bir kayu bekas dengan
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai pot bunga plastik
Baca
+Pustaka
Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

Pembalasan Dendam Sang Putri Adipati

“Oh iya, ada 3 pot bunga!” “Bunga apa? Bisakah kamu memperlihatkannya padaku?” Anton membawa Iwan dan Kahar ke tempat 3 pot bunga itu ditaruh. Ketiga pot bunga itu berisi bunga merah yang identik. Mereka sudah menumbuhkan kuncup dan sepertinya akan segera mekar. Iwan menutupi hidup dan mulutnya, lalu melangkah maju untuk memeriksanya. Ketika Iwan sedang memeriksa bunga itu, Kahar sekalian menanyakan asal-usul ketiga pot bunga itu.
9.3257.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.2K kali sebagai pot bunga plastik
Tampilkan Ulasan (46)
Baca
+Pustaka
Iba Asradaya
maaf aku tinggal ya, ceritanya muter gak kelar², iklan puanjaang q bab harus nonton 3 iklan dgn durasi yg udah gaj masuk akal. ternyata sm dgn novel² yg lain ditinggal ditengah² bisan dan cari novel yg lain ...
Sinta Clara
makin lama iklannya makin panjang durasinya.kalau ceritanya ngga bener bener bagus jd males bacanya .novel ini termasuk salah satu yg gw pertahanin buat terus dibaca.makanya pertahanin thor alur ceritanya.jangan kebanyakan muter kayak novel yg lain
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status