Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Pilihan Papa

Suami Pilihan Papa

Nesa tak sanggup melanjutkan ucapannya. Gadis itu berusaha menahan tangis, jika gadis itu berkedip sekali saja, sudah di pastikan jika gadis itu akan menangis sejadi jadinya. Nesa menatap seragamnya nanar, namun gadis itu tetap akan melakukan pekerjaan ini, setelah mengucapkan terimakasih pada Ria, kini ia berjalan menuju toilet. Selama berjalan menuju toilet, beberapa karyawan menyapa dirinya, dan dengan senyuman tipis Nesa membalas sapaan itu, dan tanpa mereka sadari hal itu membuat air mata Nesa kian mengalir begitu saja.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Menikahi Papa Karyawanku

Menikahi Papa Karyawanku

Ergan menambahkan dengan suara penuh keyakinan, "Nak, Papa bangga padamu, kamu berani bicara. Itu membuat Papa yakin kamu akan semakin kuat.” Gadis kecil itu kembali menangis, tetapi tangisnya kali ini lebih pelan. Dona kembali mengusap rambutnya, mencium keningnya, dan memeluknya erat. "Menangislah jika perlu, Sayang. Mama akan tetap memelukmu, Mama tidak akan pernah melepaskanmu," ucap Dona
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Penakluk Hati Om Dokter

Penakluk Hati Om Dokter

Dirga langsung teriak karena masih merasa kesal dengan tingkah ‘bocah SMP’ di depannya. Orang-orang yang berada di minimarket juga mulai mendekati meraka karena mendengar teriakan Dirga. Ada beberapa yang bertanya ‘apa yang terjadi?’. Belum sempat menjawab pertanyaan orang-orang, Dirga dan pengunjung minimarket lainnya menatap heran ketika melihat Wina yang tiba-tiba menangis. “Ma-maaf, tapi itu uang du-dua ratus uang terakhir aku, Om,” kata Wina terbata-bata dengan wajah penuh air mata.
8.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 312 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Luka Yang Dirindukan

Luka Yang Dirindukan

Lihatlah wajah wanita itu, pucat pasi dan banjir peluh. “Sa-saya minta maaf, Pak Rangga. Saya menyesal,” tangisnya pecah. Vanya sangat ketakutan. Bahkan kedua kakinya serasa lemas bukam main. Namun, mati-matian menahannya agar tak jatuh. “Saya menyesal. Saya minta maaf. Sungguh. Saya khilaf.” Rangga menghela napas berat. Entah harus bereaksi bagaimana jika sudah diwarnai drama air mata begini? Dia paling lemah kalau melihat wanita menangis.
1011.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 338 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Gadis Kecil di Pelaminanku

Gadis Kecil di Pelaminanku

GADIS KECIL DI PELAMINANKU 30 Tidak berapa lama, Papa dengan diikuti Surya dan Bi Nah, turun dan kembali menghampiri aku yang kini sudah mulai tenang dan tidak lagi menangis. "Gimana, Pa?" tanya Mama saat Papa sudah duduk di sampingku. "Daffa mabuk. Dasar tidak tahu malu. Dibangunin juga susah," ujar Papa menggulung lengan kemejanya hingga sikut.
9.522.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 725 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Tepuk Tangan Ketika presentasi selesai, hening itu pecah menjadi tepuk tangan panjang. Beberapa juri berdiskusi dengan wajah terkesan. Liora menunduk sedikit, mencoba menyembunyikan air mata yang hampir jatuh. Tim mereka turun dari panggung dengan wajah lega. Nia langsung menangis, Adi memeluk semua orang, dan Mikael… Mikael menatap Liora, tersenyum lebar.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Tuan Martin, Berhenti Menggodaku

Tuan Martin, Berhenti Menggodaku

Serena menunduk dan berusaha mencegah air matanya keluar. Tidak ada jawaban yang Serena tunggu. Papanya hanya diam dan lagi-lagi tatapannya kosong ke arah tv. Meski tv menampilkan sebuah acara sitkom yang dihiasi oleh tawa pemain sitkom, namun ayahnya sama sekali tidak tertawa. “Maaf,” ucap Wijaya dengan wajahnya datar. “Papa sangat mencintai mamamu.”
109.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
Pesona Pria Plus-plus

Pesona Pria Plus-plus

Suara Vanila terdengar datar, dan Bagas yakin seribu persen kalau saat ini perempuan itu sedang menahan sedih. "Maafin gue, ya, Van..." Mungkin kata 'maaf' darinya tidak sebanding dengan kebohongan yang dia lakukan hari ini. Bagas mengepalkan telapak tangannya, lalu memukul-mukul besi pembatas balkon, dengan perasaan marah yang tertahan.
1021.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 718 kali sebagai pp wa menangis
Baca
+Pustaka
TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

TERPAKSA JADI PENGANTIN PENGGANTI IBUKU

sambar Hana, sadis. “Apaa? Nggaaak! Nggak rela tujuh turunaan!” Prisha tak kuasa menahan tawa menyaksikan perdebatan dua sahabat gokilnya. ***
10107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai pp wa menangis
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Rimbun Cahaya
Haloo teman-teman, nggak kerasa udah akhir Ramadhan. Cerita ini juga udah menjelang ending. Mohon maaf jika agak slow update berhubung mendekati hari raya. Setelahnya mudah-mudahan bisa lancar update lagi. Semoga kalian terus membersamai kisah ini... Love love sekebon buat kalian
Ghina1430 Munawarah
halo Thor boleh saran ga ...... maaf Thor ini crtanya sdh mau selsai ..sblum selsai tolong jgn lupa kisah nya Keyko sama erzhan Thor .semngt Thor .di tunggu up date nya Thor ..jgn lama2 ya Thor ... terimakasih
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status