Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan
“Sip, Mah. Kalau kayak gini kan aku jadi tenang. Enak aja mau main lihat aset kebanggaanku. Aku kasih bogem mentah baru tahu rasa!“ ucap Pram sambil melemparkan tinjunya ke udara.
Namun karena terlalu kuat mengatunkan tangan, ia justru terhuyung sendiri karena tumpuan kaki kirinya yang tidak kuat.
“Eh, eh. Hati-hati dong, Pah! Lagian, udah tahu kakinya cedera, pakai gaya-gayaan mau kasih tinju orang. Yang ada mah malah kamu yang kena tinju,” Tari tergopoh meraih pinggang Pram agar tak terjerembab.
Pram terkekeh. “Hehe, itulah kenapa sikap takabur itu nggak baik, sayang. Ini pelajaran hidup berharga di tengah kebun teh,” ucapnya sok berfilsafat.