Ada momen dalam hidup di mana rasanya dunia ini menyimpan rahasia yang belum terpecahkan. Prekognisi, bagi sebagian orang, adalah salah satu misteri itu. Aku pernah membaca 'The Lathe of Heaven' karya Ursula K. Le Guin, yang menggali konsep mimpi yang mengubah realitas. Novel itu membuatku bertanya: apakah pikiran manusia bisa melampaui waktu? Beberapa teman bercerita tentang deja vu atau mimpi yang kemudian menjadi kenyataan. Tapi sejauh ini, belum ada bukti ilmiah yang meyakinkan. Mungkin ini lebih tentang pola otak mencari keterkaitan acak, atau semacam bias kognitif. Namun, tak bisa dipungkiri, sensasi 'pernah mengalami ini sebelumnya' itu nyata—meski penjelasannya masih abu-abu.
Di sisi lain, budaya pop sering memromosikan prekognisi sebagai kekuatan super. Lihat saja karakter seperti Cassandra dari mitologi Yunani atau Paul Atreides di 'Dune'. Tapi dalam kehidupan nyata, klaim prekognisi biasanya hancur saat diuji secara ketat. Aku cenderung melihatnya sebagai cerita menarik yang memicu imajinasi, bukan fakta. Tapi siapa tahu? Mungkin suatu hari sains akan menemukan jawabannya.