Slave
Hasan pun mencoba mengendus-endus tubuhnya dan benar saja jika tubuhnya yang ternyata bau asem.
Hasan malas sekali untuk mandi ataupun sekadar berganti pakaian, hingga pada akhirnya ia memutuskan jalan pintas saja yaitu menyemprotkan parfum favoritnya ke seluruh tubuhnya. Parfum yang selalu ia bawa di dalam tas kerjanya, huh, konyol sekali bukan ia menyimpan dan membawa benda seperti itu. Setelah selesai Hasan kembali mengendus seluruh tubuhnya yang kini sudah agak mendingan, bau tak sedapnya perlahan berkurang.
Hasan bahkan tak perlu repot-repot untuk mengganti pakaiannya terlebih dahulu atau pulang sebentar ke rumahnya mungkin. Tetapi, Hasan mengabaikan itu semua dan kembali melanjutkan ap
Hot Chapters