PUDAR
Prakkkk
Alan pecahkan piring dihadapannya, ia merasa sudah muak dikurung seperti ini. "Biarkan aku pergi, Ma! Aku sangat mencintai Aisyah."
Ruang makan menjadi hening. Meriam Belina yang tengah makan ikut menghentikan tangannya menyendok, matanya menatap Alan tajam.
"Jika Mama bilang tidak, yah tidak! Kamu mau jadi anak durhaka?" bentak Meriam Belina, "Apa hebatnya sih wanita kampungan itu sampai kamu jadi kurang ajar begini."