Pria Misterius Itu Bukan Manusia
Aku mematung, suara Pak Rendy terdengar bergetar saat menanyakan hal itu, dan dapat kulihat sorot kekecewaan terpancar di kedua matanya.
Rasanya sesak dan sakit melihat tatapan Pak Rendy. Sepertinya aku sudah sangat menyukainya.
“Baiklah kalau itu maumu, El.”
Aku pikir Pak Rendy setuju untuk kembali, namun ternyata tidak. Pria itu malah mundur, berbalik, dan dengan cepat menghilang, teleportasi. Sebelum itu, aku sempat menangkap pandang matanya yang berair, memerah, seperti hendak menumpahkan tangisnya. Aku sesak, sangat sesak melihatnya.
Hot Chapters