MALAM PANAS DENGAN MAJIKANKU
“Bukankah sudah saya bilang untuk tidak memikirkan hal yang tidak perlu kamu pikirkan? Saya tidak suka kamu berkata seperti ini. Terlebih, perlu kamu garis bawahi bahwa tidak ada yang berlebihan untuk kamu. Semua itu biasa saja, harganya juga masih tergolong murah.”
“Muraaaah?” Aurin tertawa sarkas. Ia spontanitas mengangkat bahunya dan mengomel, “Iya, murah buat kamu,, setara beli kerupuk di warung.”
Sambil melepaskan pelukan itu, Aurin mengangkat ponselnya lagi dengan ekspresi frustasi yang nyaris dramatis. “Tapi, yang ini tidak murah. Kalau dibeli di Indonesia, harganya lebih dari 40 juta! Nominal itu bisa dibelikan emas, dan nilainya akan bertambah setiap tahunnya tanpa tergerus inflasi!
Hot Chapters