Istri yang tak Berharga
"Aku mencoba menjadi istri yang sabar, tapi kesabaranku mulai retak. Aku mencoba menjadi istri yang taat, tapi ketaatanku terasa sia-sia. Suamiku tidak hanya tidak mencintaiku, tapi juga muak padaku. Apa artinya rumah tangga ini, Ya Allah? Haruskah aku terus bertahan dalam kehinaan ini?"
Tanganku gemetar menulisnya. Air mataku membasahi lembaran kertas itu.
Aku menutup mata, memeluk erat buku harian dan mushaf.
Dan malam itu aku berbisik lirih, "Jika aku benar-benar istri yang tidak berharga, biarlah Engkau yang menilai, Rabb. Jangan biarkan aku hancur hanya karena pandangan manusia…"
Hot Chapters