Pendekar Tanpa Wajah
Gauche Diablobangun tidur tiba tiba ada bekas cakarandada terasa sesakdada terasa sakit dan sesakdada tidak nyaman dan sesak
Yao Chen menatap puisi tersebut dengan seksama, matanya menyipit saat mencoba memahami makna tersembunyi di balik barisan kata-kata tersebut.
Dia membaca 2 bait pertama, “Di bawah naungan langit merah, bayang melintas tanpa suara. Bintang jatuh di danau tenang, cermin jiwa terpantul samar. Sepuluh langkah ke timur laut, tiga bayang dalam kegelapan. Gunung tersembunyi di kabut malam, kunci terpendam dalam waktu.”
Tangan halus lembut Sima Honglian menyentuh kipas di tangan Yao Chen, dia juga ingin melihat lebih seksama.