Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Terpisah Sebab Pariban

Terpisah Sebab Pariban

Tanya Lina. "Senja itu sebagai tanda, bahwa matahari tidak rela meninggalkan bumi. Kesetiaan matahari terlihat disaat dia mulai tenggelam, yang mana matahari tetap menyinari bumi lewat bulan." Jawabku dengan mata masih menikmati senja yang begitu indah. "Nggak, matahari tidak setia. Kalau dia memang setia, kenapa dia tenggelam, dan bersembunyi di balik bulan?" Tanya Lina sambil melihat kearah ku.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Di Antara Dua Senja

Di Antara Dua Senja

Ia ingin menjernihkan fikiran dengan melihat hujan ditrotoar area tunggu Mahasiswa Garuda. “Aku ingin menjadi hujan. Meski jatuh berkali-kali, merasakan sakit yang sama, tapi bisa bermanfaat dan membuat orang yang melihat merasa bahagia,” tuturnya. Bergumam sendiri, menghirup sedalam-dalamnya aroma tanah yang diguyur hujan. “Dan Aku, ingin menjadi seperti Angin. Mengarahkan dan membawa hujan kearah dan tempat yang tepat,” sambung pemuda berjas hitam. Dengan dasi yang masih rapih terbasahi guyuran hujan.
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

"Lagi pengen fokus sama yang aslinya." Elzora menatap senja dengan khusyuk. Menikmati senja memang harus fokus. Momen langka sehari sekali yang sayang untuk dilewatkan. Warna jingga pada senja selalu sama. Tapi ia selalu punya cerita sendiri pada setiap tempatnya tenggelam. Ombak mendekati kaki mereka yang sedang sama-sama menciptakan cerita. Cerita berupa kata, gambar, aroma, suara, dan perasaan. Semua melebur jadi satu dalam bayangan masing-masing. Anak kecil bermandi pasir juga ikut menikmati. Tidak ada yang membenci senja, kecuali ia bukan manusia. Hari-hari singkat dengan kisah yang panjang. Mentari telah terlelap, berganti rembulan yang tak kunjung datang. Mungkin bulan terjebak macet.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Namun, ada satu puisi yang diingat semua orang dengan jelas. Puisi itu adalah: 'Satu serpihan, dua serpihan, kepingan salju tiga dan empat; lima enam, tujuh delapan, sembilan serpihan, sepuluh dan lebih; meluncur ke bunga plum, kepingan salju tidak terlihat lagi. ' Tiga kalimat pertama puisi itu ditulis oleh Kaisar Qianlong, tetapi kalimat keempat ditulis oleh Ji Xiaolan sebagai sentuhan akhir.
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 237.7K kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

Merenungi Masa Lalu di Bawah Mentari Senja

berkali-kali. Hatinya sakit sampai mati rasa, justru tidak lagi terasa sakit. Menjelang senja, mereka tiba di depan bianglala. Petugas tersenyum kepada Vandero dan Sylvaria. "Kalian berdua sangat serasi! Katanya kalau pasangan suami istri berciuman di titik tertinggi bianglala, mereka nggak akan pernah berpisah seumur hidup!"
7.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 236 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Disia-siakan Suami Toxic, Diratukan Dosen Bucin

Aku terpaku menikmati keindahan sore ini Cahaya jingga yang setia menemani jiwa sepi Yang selalu datang menghantui Sinar jingga yang kian menghilang Mengingatkanku akan dirimu yang semakin asing Hubungan yang sempat terjalin Meninggalkan kenangan yang hilang tertiup angin Senja Bisakah membawanya kembali? Mengobati rindu yang kian menyiksa diri ini Meski hanya sedetik ada di sini
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 49 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Salah Kamar

Salah Kamar

Senja telah datang, matahari terbenam dengan cahaya yang berwarna jingga. Senja itu, langit berwarna jingga dan perlahan-lahan matahari mulai terbenam. Raisa duduk sambil memandangi senja. Senja adalah suasana yang paling Raisa suka. Raisa merasa ketenangan hati bisa diperoleh oleh Raisa di saat menatap senja.
3.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

Suamiku Tidak Tahu Aku Banyak Harta

hardik Robi. "Sini yang, saking cantiknya senja ini, aku lupa kamu," "Wajahku gampang banget ya dilupain?" "Hahahaha, ngambek nih? dari pada ngambek, mending kita foto aja," "Satu, dua, tiga cis! senyum," Crack! "Indah ya senjanya. Cantik." "Kayak kamu, cantik." "Hem," "Kami tahu nggak? senja itu mengajarkan kita bahwa keindahan tak harus datang lebih awal." Kata Robi puitis.
1070.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Jodoh untuk Senja

Jodoh untuk Senja

POV: Senja Ada pepatah bilang keledai yang bodoh saja tak ingin terperosok di lubang yang sama.. Sedangkan diriku malah mengulang kesalahan yang sama… "Kamu mau kan menikah denganku?," kataku sekali lagi pada Langit. Langit terlihat terkejut dengan pertanyaan absurd dariku. Mungkinkah dia menganggapku aneh?. "Senja, kukira ini terlalu singkat. Aku baru mengenalmu dan kita baru saja bertemu," katanya.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status