Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gara-gara Tunangan Posesif

Gara-gara Tunangan Posesif

Cukup di ingat, akan membuat kenangan terindah di dalamnya. “Bagiku, senja adalah waktu dimana semua keajaiban, keindahan langit, terlukis di depan mata,” lirih Bara mengeratkan pelukannya, dan mengecup berulang kali tengkuk Nadia, membuat wajah Nadia merona.
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 507 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
ms huang
ceritanya bgs .... aku singgah bawa 5* kk...smangattt yaaa.... intip karyaku juga yukkk kk...judulnya KEKASIH BRENGSEKKU. hari ini up bab 18. cerita ttg hubungan toxic yang sering juga kita jumpai dikehidupan nyata. makasiii kk ...
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Insya Allah Ada Jalan, Nak!

Rinai bergemercik mendendangkan tahmid Seperti dedaunan bergerak-gerak melantunkan takbir Lembayung memesonakan indra, mengucap kidung kesyukuran Mata ini sembab, sesembab tebing-tebing disinggahi embun Ada lantunan dzikir di setiap hela embusan nafas Berucap tiada henti karena kehilangan Kudayungkan asa di senja-Mu yang megah Bilakah Engkau titipkan tulang rusuk yang Engkau kasihi? Seperti Engkau mengasihi seisi alam di senja ini Mengasihi sepasang merpati mengalunkan kepakan menuju bias cahaya Apakah ujian-Mu ini masih panjang? Apakah masih banyak kehilangan yang Engkau takdirkan untukku? Apakah masih banyak senja yang mesti kulalui dengan lantunan-lantunan panjatku pada-Mu?
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 367 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
PHOSPENE

PHOSPENE

​Bab 4 Aku terbaring di rerumputan kala mentari membiaskan cahayanya. Membuat seluk beluk keindahannya terpancar tepat di irim mataku. Pantulan cahaya itu seakan membawaku pada kenangan yang sampai kini tak dapat ku lupa. Tuan kelabu namanya, Senyumnya manis, matanya berbinar saat dia melihatku. Saat itu burung-burung sibuk berterbangan di hiasi dengn jingga yang kekuningan. Sungguh, tuan dalam genggaman senja, aku menyukai saat lisanmu memanggil namaku.
1.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Suamiku Pengacaraku (Bahasa Indonesia)

Suamiku Pengacaraku (Bahasa Indonesia)

"Kak, aku cekrek lagi ya. Bagus lho ada bias senjanya. Lihat, bagus kan?" Lidya mendadak jadi fotografer andalan bagi Haziya. Berbagai pose diambil berlatarkan laut dan semburat senja. "Indah. Masya Allah." "Jadilah seperti senja, Kak. Meski kehadirannya hanya sebentar menyapa penyair petang, tapi dia membawa kehangatan bagi pemilik puisi kesunyian. Dia tidak membenci gelap yang menyelimutinya."
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Di Bawah Langit Senja

Di Bawah Langit Senja

Pernah kita lalui semua, jerit tangis, canda tawa Kini hanya untaian kata, hanya itulah yang aku punya Tidurlah, selamat malam, lupakan sajalah aku Mimpilah dalam tidurmu bersama bintang -Drive, “Bersama bintang” Matahari hampir tenggelam ketika Carine dan Ulfa keluar dari taman Maerakaca,
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 191 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Senja itu belum redup

Senja itu belum redup

ajak Diko. "Ke..kemana?" tanya Nana. "Ada deh. Lo pasti bakalan suka," ucap Diko. Dan mereka pun melanjutkan menghabiskan makanan mereka. *** Angin berhembus perlahan menyapu pepohonan yang rindang. Mentari kian menepi ke ufuk barat namun belum sepenuhnya menghilang. Burung burung berkicauan menandakan mereka akan pulang ke sarangnya dan ada pula yang membawa sesuatu untuk di berikan kepada anak anaknya.
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 100 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata. Tangan Isvara menulis bait demi bait dengan lancar, seolah mendapat panduan dari alam semesta. Sesudah kain itu penuh, barulah ia meletakkan penanya. Isvara membaca puisi itu sekali lagi. Tidak terlalu mendayu, tidak terlalu kaku. "Ini dia," bisiknya dengan mata yang mulai sayu karena kantuk. "Rudra dan Vajra akan tahu, bahwa Putri Mahkota yang sekarang tidak bisa diremehkan."
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 383 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Dimanjakan sang Majikan Tampan

Dimanjakan sang Majikan Tampan

Ini seperti kejutan kencan dengan orang spesial. Di bawah sadar Cahya merasa dilambungkan ke awan, kemudian terhempas setelah sadar pada kenyataannya. "Aku menyukai senja. Apalagi dari tempat seperti ini. Terkadang langit cerah seperti sekarang, tetapi sering juga mendung hitam yang menelan keindahan matahari tenggelam. Namun, tidak peduli keadaannya, senja tetap menerimanya." Ethan menghela napas. Dia mulai tidak berbicara formal dengan wanita ini. Kemudian dia menoleh ke arah Cahya.
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Luka di Ujung Senja

Luka di Ujung Senja

Tapi dadanya terasa ringan. Saat Rendra pulang, ia menemukan Anggi masih duduk di lantai, menatap kertas. “Kamu melukis lagi,” katanya, hampir berbisik. Anggi mengangguk. “Aku kangen.” Rendra tersenyum. “Aku senang kamu ingat.” Musim kemarau mencapai puncaknya. Panas memaksa semua orang melambat. Rafa sempat mengeluh bosan.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status