Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
PERNIKAHAN YANG TERNODA

PERNIKAHAN YANG TERNODA

Tak ada bahu ternyaman untuk tempat bersandar selain bahu Basti. "Aku nggak suka sama senja, Lin. Karena keindahan senja itu menipu. Indahnya cuma sementara, setelahnya, cuma ada awan gelap yang menyelimuti. Aku nggak mau kisah kita seperti senja. Aku mau kita akan terus seperti ini, Lin... Bahagia untuk selamanya," ucap Basti lagi. Dia mengecup pipi Raline sekilas.
1031.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 844 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Senja Kututup senja ini dengan penuh kebahagiaan Allah telah mengisi hidup ini dengan penuh liku Bahagia, ataupun kesedihan Mereka hadir memberikan arti dan pembelajaran penting Masa lalu cukup menjadi kisah Hari ini kita jalani lebih baik Esok insya Allah akan menjadi berkah. Beginilah kisah hidup perjalanan Lestari.
1010.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 401 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
STUCK in MARRIED

STUCK in MARRIED

[ Aira POV ] Ketika senja kembali menampakkan dirinya, di saat sinar matahari mulai surut, meredup di makan sang waktu, detik demi detik berjalan semakin cepat, hingga semburat warna jingga menyilaukan pandangan mataku, warna jingga nya memantulkan cahaya yang begitu menawan, di ujung sejauh mata memandang, senja mulai kehilangan kesadarannya, kehadirannya terlalu singkat untuk berbincang panjang lebar, tentang hidupku yang begitu kelabu, tak apa jika tak seindah pelangi, setidaknya semesta tak membuat raga dan jiwaku hancur berserakan, membiarkan aku tertatih seorang diri tana tujuan pasti. Kemana aku harus pergi?
1014.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 498 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Di Ujung Senja

Di Ujung Senja

Aku menatapnya dengan sangat tenang tanpa rasa benci sedikit pun, lalu berkata datar, "Kadang aku berpikir, selama tiga tahun kamu pura-pura mencintaiku, setidaknya aku pernah merasakan kehangatan. Hidupku sudah sangat buruk bahkan sebelum bertemu denganmu, jadi aku nggak bisa menimpakan semua kesalahan cuma ke satu orang saja." "Aku nggak benci kamu lagi, tapi aku juga nggak mungkin bisa mencintaimu lagi. Kalau kamu tidur di sampingku, aku bakal mimpi buruk." Seulas senyum yang sangat getir tersungging di bibir pria itu sebelum dia bangkit dan melangkah keluar. Tidak lama setelah dia pergi, suasana di luar mendadak menjadi sangat kacau, seolah-olah telah terjadi sesuatu yang besar.
12.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 333 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
724 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Sepuluh Senja Terakhir Asa

Sepuluh Senja Terakhir Asa

Regan melingkarkan tangannya ke pinggang Sei. "Tergantung dulu waktu senja aku lagi sama siapa. Kalo sama kamu ya ga buang-buang waktu. Kalo sama yang lain liatin senja kaya gini ya buang-buang waktu aku." Jelas Regan panjang. Sei tersenyum pahit, cewek cantik itu menyampirkan rambutnya ke telinga. "Kalo suatu saat kamu lihat senja bukan sama aku, gimana?" Sei memeluk lengan Regan.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Days to Remember

Days to Remember

Bahkan Icha sekalipun takkan tahu. Lembaran senja menjadi sembilu Sejuta sajak bukan indah terlalu Melainkan pelangi yang tersembunyi benalu Menjadi saksi Sang Maha Tahu Wahai kau, Senja yang mengikat waktu Melepas sembilu menjadi lalu Kemudian hening di fajar yang baru Menanti pelangi berbaju baru. ***
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 85 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

RInai (Cinta Tak Sesakit Ini)

Suasana di tepi pantai saat matahari mulai surut sangat disukai semua orang. Bahkan, banyak sekali syair-syair lahir mendeskripsikan perihal senja. Bagaimana cahaya kemerahan itu terlihat sangat indah saat bergradasi dengan langit dan awan, bagaimana indahnya kala matahari turun perlahan seolah-olah tenggelam ke dalam lautan. Meski telah hilang, cahayanya masih tetap tinggal seakan menjanjikan esok akan datang kembali. Baik rawi, candra, dan swastamita memang selalu hadir meski tak tepat waktu mereka tak pernah ingkar janji.
1018.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

(Ciara) "Kenapa tidak bisa? Sayangku, senja sekedar memberi canda candu, tapi aku bisa memberimu nada madu. Lebih manis, bukan?" (Haidar) "Warna senja memang menyiratkan betapa indahnya dirimu." (Ciara) "Apakah tampanku akan hilang tatkala senja itu mengerang?" (Haidar) "Tampanmu hanya akan memudar, tatkala kamu tak bisa membedakan mana senja, mana mentari." (Ciara)
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai puisi 3 bait tentang senja
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status