Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Antara Peran dan Perasaan

Antara Peran dan Perasaan

Kata-katanya lebih banyak, tapi lebih tajam dalam diam. Suatu malam, saat hujan turun pelan, Nara menemukan sebuah kertas terlipat rapi di atas meja makan. Tertulis: “Untuk Mama dan Papa, dari Alana.” --- Puisi itu ditulis dengan tangan mungil tapi rapi. Tidak indah secara teknis. Tapi menyayat dalam cara yang tak bisa ditiru siapa pun. --- Judul: Rumah Tanpa Alarm
101.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Dokter Sakti Penguasa Dunia

Dokter Sakti Penguasa Dunia

"Dengarkan baik-baik, judul puisi ini adalah 'Petir'." Nazar menggeleng-gelengkan kepala sambil mulai melantunkan puisinya, "Sekilas kulihat rantai api membelah angkasa, kusangka Kaisar Langit sedang menyalakan bara. Kalau memang bukan asap dari kayangan, mengapa petir menyala berulang di awan?" Ewan sampai ingin langsung melompat dari sini. Karena saat Nazar membacakan puisi itu, suaranya sangat keras sehingga banyak wisatawan di sekitar ikut mendengarnya.
9.51.1M DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43.5K kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Mafia's obsession

Mafia's obsession

> “Kita sedang membangun dunia dari abu. Dan akan selalu ada tangan-tangan lama yang ingin kembali menanamkan rantai di pikiran kita. Tapi ingatlah... tidak ada rantai yang bisa bertahan jika kita semua menolak mengikatkannya.” > – Leo D’Arcangelo Surat itu menjadi viral dalam hitungan jam. Diterjemahkan ke dalam 42 bahasa, dibacakan di sekolah-sekolah, ditempel di dinding-dinding kota yang hancur, bahkan ditato oleh beberapa aktivis perdamaian. --- Di bawah cahaya bulan, Leo dan Aurora berdiri di tepi balkon Eden Baru, memandangi dunia yang sedang tumbuh perlahan.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Legenda Tongkat Semesta

Legenda Tongkat Semesta

pinta Anantari cepat. Mendengar itu, Bawana, Samhu, Madu Lanang dan Dewi Rembulan segera menghampiri Anantari menempelkan telapak tangan mereka di atas telapak tangannya, sehingga ke-5 pendekar itu berdiri membentuk lingkaran. Selesai semua tangan mereka bersentuhan, Anantari mulai membaca mantera seraya memusatkan semua energi putih dari inti energinya ke telapak tangan.
1013.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 379 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Luxavar, Negeri di Dasar Samudera

Hanya barisan tulisan yang lebih mirip kumpulan puisi. Atlicorion, mempersembahkan pengabdian pada ceruk kaca samudera Menyianginya dengan kehidupan laksana surga dan memberi kebahagiaan yang mengalir deras dari sumbu-sumbu langit Perisai lima samurai senantiasa merangkulnya dalam kesatuan yang kekal Lingkaran pembatas dua arah yang menjaga Luxavar dalam terpaan alam yang maha kuat…
105.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Rantai Hasrat

Rantai Hasrat

Namun, sayang wajah rupawannya tidak sesuai dengan hatinya yang keji. Wajah tampan itu berubah menjadi wajah memedi yang mengerikan. *** Bagaskara mulai menampakkan kirana yang silap mata. Semua orang sibuk dengan tugas masing-masing. Seorang lelaki berdiri, menjinjitkan kakinya yang gemetar, melihat keadaan kediaman itu yang di lindungi oleh pagar setinggi 3 meter.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Kembalinya sang Dewa Perang

Kembalinya sang Dewa Perang

Disinari oleh sinar matahari yang terang membuat ruangan gelap itu langsung menjadi lebih terang. Saat ini, di dalam ruangan ada empat orang yang terlihat tidak terurus sedang dirantai, dan saat melihat ada seseorang yang datang, keempat orang itu bergegas mendekat. Dengan mata yang merah, tetapi mereka terjerat oleh rantai setelah melangkah dua langkah dan tidak bisa bergerak maju lagi. “Lapar! Aku mau makan! Makanan!” Salah seorang pria memamerkan giginya dan menggeram pada Harris.
9.6760.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.1K kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Tampilkan Ulasan (85)
Baca
+Pustaka
Imgnmln
Kakak-kakak semuanya, reader tersayangkuu^^ mohon maaf sebelumnya, author izin buat ga up tanggal 17,18,19 yaa? Author akan up lagi tanggal 20 gapapa? Hihi~~ author mau refreshing dulu dihari Kemenangan para pahlawan kita! Dirgahayu Indonesiaku-79! Nusantara Baru, Indonesia Maju! lope sekeboooon<333
Embunayu
Thor.. ijin promosi. ikuti dan baca novel eksklusif pertama saya yang berjudul "Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api" mengisahkan seorang anak sulung raja yang ditindas karena kelemahannya dan diusir karena ketidak mampuannya untuk menjadi putera mahkota. hidup dalam intrik dan kisah cinta unik.
Baca Semua Ulasan
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 501 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Demi mendengarnya, Four langsung meraih ember di dekatnya, lalu muntah hebat. “Ini baru satu bait, kamu udah jijik. Gimana kalau aku baca keseluruhan puisinya? Bisa-bisa kamu muntaber,” ujarku sambil melipat kertas puisiku. Di saat aku berusaha membuat Four muntah dengan puisiku, Jump Scare dan Rocket Skater sedang bertarung dengan kecepatan super di dalam rumah yang tidak diketahui siapa penghuninya ini.
1012.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status