Aku biasanya membuka sesi puisi berantai dengan satu aturan konyol supaya semua langsung ngegas.
Pertama, atur giliran: A, B, C, D. Beri batas waktu 15–30 detik per baris supaya orang gak mikir serius. Aku sering pakai ketentuan tambahan seperti 'masing-masing baris harus mengandung satu benda rumah tangga' atau 'baris kedua wajib nge-rhyme dengan baris pertama'. Teknik yang sering bikin ngakak adalah eskalasi—setiap orang harus membuat situasi makin absurd—dan misdirection, yaitu mengarahkan pembaca ke satu harapan lalu dibalik di baris berikutnya. Gunakan juga callback: simpan satu kata aneh dari baris pertama dan panggil lagi di baris terakhir untuk ledakan tawa.
Contoh format cepat yang aku pakai: aturan A (set tema), B (tambahkan masalah konyol), C (eskalasi jadi lebih gila), D (punchline yang melingkupi semua). Tambahkan elemen performatif—suara, ekspresi, efek suara—biar lebih hidup. Percaya deh, mainnya santai, spontan, dan jangan takut gagal; seringnya yang norak itu paling lucu. Aku selalu pulang dengan perut keram karena ketawa bareng teman, dan itu yang paling berkesan.