Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Babak pertama berakhir!" Seiring terdengarnya kata-kata itu, banyak orang yang meletakkan kuas mereka. Sebenarnya, keempat pria tua telah membaca sekilas puisi mereka. Mereka dapat memahami puisi yang ditulis oleh semua orang. Tentu saja, mereka juga telah menentukan 20 orang yang lolos.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147.5K kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Winda KD Fashion
Ceritanya bagus, penuh inspirasi tapi... saya tidak setuju Wira nikah lagi. Kasihan Wulan, selama 3 tahun menahan siksa dari Wira lahir dan batinnya. Walaupun dia tersiksa, dia gak mau ninggalkan Wira, dia selalu melayani dan memenuhi kebutuhan Wira. Wira jadi orang kaya, malah nambah istri lagi ...
Hasan Aunur Rofiq
saya sangat menyukai novel ini karena ceritanya sangat menarik dan pembaca dapat dengan mudah memahami isi novel ini tetapi sayangnya bab di dlm novel ini sangat pendek namun dengan kelebihan dan kekurangan tersebut novel ini tetap sangat layak untuk di baca dan terimakasih untuk pembuat novel ......
Baca Semua Ulasan
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Langit bergetar lembut, seperti kain tipis yang disentuh angin. Dari arah barat, muncul bayangan-bayangan samar, seperti refleksi wajah-wajah manusia yang tidak kukenal. Mereka berjalan perlahan, tapi tidak menyentuh tanah. Setiap langkah mereka menciptakan kalimat pendek di udara, kalimat yang berulang-ulang, seperti mantra. “Aku menulis karena aku diingat.” “Aku diingat karena aku ditulis.”
750 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
ANYELIR KUNING

ANYELIR KUNING

Kukira telah sampai di ujung pelangi Angkuh petik satu warna Merah jambu kesukaanku. Lupa pada buta malam Hitam yang kubawa pulang Tuai derita tak kenal musim. ______________________________ Dentuman musik selimuti desa, empat orang biduan berlenggak ikuti irama, satu di antaranya pria gemulai. Pemuda dewasa itu bergerak lincah lagi lentur, bak belut diangkat dari penangkaran.
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Reinkarnasi Pendekar Naga Wanita

Reinkarnasi Pendekar Naga Wanita

ucap suara pria tua yang langsung berhenti bertelepati. Ling Li berjalan ke tengah sesuai yang dikatakan penjaga menara suci, benar saja setelah sampai di tengah yang ternyata cukup jauh Ling Li tiba di pinggir jurang dengan Naga api yang berada di bawahnya. "Itu Naga keempat," ucap Sin. "Kasihan sekali dia dirantai seperti itu," sahut Naga kedua. "Manusia-manusia kejam, dia tidak hanya merantai saudara keempat tapi juga memeras kekuatannya," ucap Naga ketiga.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Di Ambang Gila

Di Ambang Gila

Sebulan setelah transmisi terakhir, sesuatu yang kecil terjadi. Salah satu anggota Hub yang lebih muda, seorang penyair bernama Isha, sedang mengerjakan sebuah puisi tentang kehilangan. Dia berjuang dengan baris terakhir, merasa bahwa kata-katanya terlalu klise, terlalu tidak tulus. Frustrasi, dia menyerah dan pergi untuk mengambil secangkir teh.
949 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Legenda Pendekar Biru

Legenda Pendekar Biru

Dan Lintang bukan penduduk asli suku Simpe sehingga tidak mungkin memiliki mantera itu. Mendengar perintah dari Guralang, Pangga dan yang lain pun segera mengibaskan tangan, memunculkan rantai besar berwarna kusam tetapi memancarkan cahaya redup kemerahan. Ada 5 orang yang memunculkan rantai. Mereka serentak memutar-mutar rantai tersebut seperti baling-baling sebelum kemudian dilemparkan ke arah Lintang. Sementara yang lain masih bersiaga dengan busur panah dan pedang mereka, bersiap mengantisipasi jika sewaktu-waktu Lintang akan berubah pikiran.
1022.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 704 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Jeruji Tanah Anarki

Jeruji Tanah Anarki

Jari telunjuk Bailey mengetuk-ngetuk dagu, otaknya berpikir. “Aku tidak tahu, tapi tidak mungkin Nenek,” timpal Shaw, terkikik, mengamati puisi sekali lagi, melihat deret tulisan lain di bawah puisi. “Oh, ada tulisan tambahan!” Shaw membacakannya, para pendengar mengerjap. Bexter melirik Ascal melalui ekor matanya, menemukan Ascal tersenyum sangat samar. “Nah, puisinya sudah. Kira-kira, berapa banyak cokelat yang bisa kudapat dengan puisi ini?” Begitu untai kalimat yang tertulis di bawah puisi.
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 217 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

HAHAHAHA Wusss Pohon-pohon besar itu tiba-tiba terbang melesat ke arahku dengan batang pohon yang dililit oleh dahan-dahan yang lebih kecil dan membentuk sebuah ujungnya yang runcing. Ada lebih dari sepuluh pohon yang tiba-tiba melesat ke arahku dari segala arah. Dan aku hanya terdiam tanpa melakukan apa pun, seperti sudah siap untuk menerima serangan itu. Sepuluh meter Sembilan meter Delapan meter Tujuh meter Lima meter BLARRRRRRRRRR
9.8682.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.3K kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
D'sparage Je
makin diikutin, perjalanan si Ujang bikin makin penasaran. cuman sedikit saran aja sih, perjalanan Nando untuk menaklukkan seluruh negeri di Alam siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan warna yang berbeda buat pembaca, jadi mampirlah sekali-sekali kalo ada waktu ...
Baca Semua Ulasan
Penyintas

Penyintas

--------------------- Bersambung. ---------------------
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
SALAM TERAKHIR

SALAM TERAKHIR

TANIA Gadis di bawah terang rembulan pada sebuah malam di taman todongan cinta mengancamku bangku taman saksinya Engkau kini mengembara dalam ingatanku tak kuasa lagi aku meronta menahannya Bila rembulan mengizinkan dan malam merestui kuingin kau disini malam ini agar kukisahkan pada dunia aku memulai kisahku disini - bersamamu Aku yang mengagumimu - Mike Mike tersenyum kecil. Ia menyalakan pemantik api lalu membakar ujung - ujung kertas agar menghasilkan selembar kertas puisi yang menakjubkan. Ia meletakkan kertas yang sudah ia bakar itu ke atas mejanya. Mike kemudian berdiri menjauh dari mejanya, berjalan menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya lalu kembali lagi dan merebahkan tubuhnya.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi berantai 4 orang pendek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status