ISTRIMU TERNYATA SULTAN
"Lagian, puisi lo tadi sebenernya kreatif lho. 'Dividen cinta cair tiap hari'? Itu quote ter-gombal yang pernah gue denger."
Rangga akhirnya tersenyum. Senyum aslinya. Senyum lebar yang memperlihatkan gigi gingsulnya.
"Yaudah," kata Rangga. "Kalau gitu, besok aku bikin puisi lagi. Judulnya: Analisis SWOT Hubungan Kita."
"JANGAN!" Berlin tertawa lagi, memeluk Rangga. "Cukup. Balik jadi Rangga yang biasa aja. Yang pake kaos kutang dan sarungan. Gue lebih suka itu."