Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Para pelajar di sekitar pelajar gemuk itu mengangguk setuju. "Terutama dua kalimat pertama: 'Tanyakan pada dunia, apakah cinta itu, hingga membuat orang rela mengikat janji hidup dan mati bersama?' Hanya beberapa kata tapi mendorong perasaan dunia ini ke titik ekstrem." "Orang yang menulis puisi ini benar-benar orang yang berbakat!" "Orang yang berbakat terdengar vulgar. Kurasa orang yang menulis puisi ini seharusnya seorang dewa penyair. Puisi seindah ini hanya bisa dibuat oleh dewa!"
9.3431.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.9K kali sebagai puisi bikin baper
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Bu Lastri tertawa kecil, memainkan rambutnya dengan gaya yang tidak sesuai dengan usianya. “Bagus, Bu! Followers Ibu pasti suka. Coba sekarang kasih caption dramatis yang bikin orang kepo.” “Misalnya… ‘Aku butuh lelaki sejati di hidupku’?” Bu Lastri tertawa genit. Andin mengacungkan jempol. “Pas banget! Udah, langsung posting aja.” Hendra menghela napas berat. “Astaga, pagi-pagi kalian sudah sibuk dengan ini lagi?”
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

Berlin menempelkan keningnya ke kening Rangga. "Sedangkan lo? Lo itu kayak Nasi Goreng Tek-Tek ini. Anget. Berantakan. Berminyak dikit. Tapi bikin kenyang dan bikin nagih." Rangga menatap mata Berlin. "Jadi kamu lebih milih Nasi Goreng daripada Lukisan?" "Selalu," jawab Berlin mantap. "Lagian, puisi lo tadi sebenernya kreatif lho. 'Dividen cinta cair tiap hari'? Itu quote ter-gombal yang pernah gue denger."
10975 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Sang Kupu-Kupu Malam

Sang Kupu-Kupu Malam

#30HariMenulisNovelBatch5 #Day4 #SangKupuKupuMalam #Part3 Sub judul: Lelaki Misterius Genre: Romance sad Nama: Rita Juwita Jumkat: 985 Jam menunjukkan sembilan pagi. Ayu masih saja bergeming di tempat tidur. Rasa lelah, muak dan sedih bercampur menjadi satu. Kantuk sudah hinggap sedari tadi. Namun, wanita cantik itu masih sulit untuk memejamkan matanya. Dia masih terus memikirkan ucapan Agni. Bagaimana perasaan anak gadisnya selama ini? Apakah tersiksa seperti yang dia rasakan?
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya. "Saya tidak berani meminta apa-apa lagi, Pak. Apa yang Bapak lakukan sampai hari ini saja, saya tidak tahu harus mengatakan apa. Mengucapkan terima kasih seratus kali pun, rasanya belum cukup," ujar Suri setelah Damar duduk di sampingnya. "Jujur akhir-akhir ini saya sedang mencari-cari kosa kata di atas kalimat terima kasih, yang ingin saya ucapkan pada Bapak. Masalahnya saya belum menemukannya," ungkas Suri terus terang.
1082.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

"Mumpung sudah terjadi, Ginos, aku akan mengatakan yang sebenarnya." "Kakak Ipar selalu menindasku. Dia menyebarkan skandal kalau aku sebagai pelakor dan hampir menghancurkan karierku. Dia selalu memarahiku, mendorongku jatuh dari lereng bukit dan menghasut penggemar untuk membunuhku..." "Aku juga manusia. Aku merasa tidak nyaman dan marah, jadi aku sengaja mengucapkan kata-kata itu untuk menyinggungnya."
17.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Bos Cantik Pemicu Khayalan Nakal

Bos Cantik Pemicu Khayalan Nakal

Dia menahan suara di tenggorokannya sambil mengerang pelan. Aku belum pernah menikmati wanita secantik ini. Sudah tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaanku sekarang. Dapat uang, dapat wanita. Nikmat! Kapan pria merasa paling nikmat? Saat tangan kiri memegang uang, tangan kanan memegang wanita! Setelah satu jam, aku merasakan tubuhku menegang. Bos menyuruhku membantunya punya anak, tentu aku tidak boleh mengecewakan kepercayaannya.
5.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
PURA-PURA BAHAGIA

PURA-PURA BAHAGIA

Ada sop buntut, gulai daging kambing, tahu tempe bacem, ayam goreng, dan entah masih banyak lagi. Hani akui Aiman memang lebih pintar memasak dibanding dirinya. Mungkin menurun dari ibunya. Namun kalau masak sebanyak ini, bagaimana makannya? Aiman masak seolah untuk dihidangkan satu RT, padahal mereka hanya berdua.
9.844.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 896 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Petaka yang Kuciptakan

Petaka yang Kuciptakan

Ifan meringis menahan perih, handuk kecil yang bu Asih gunakan untuk menyeka kulit Ifan terasa begitu menyakitkan. Bu Asih menyodorkan sebotol air mineral dan berkata “kamu lahir hari kamis wage, kamu memiliki energi spiritual yang kuat, sehingga menarik perhatian makhluk gaib, simpelnya makhluk gaib mudah tertarik padamu” “Berarti Ifan gak beneran diguna-guna dong” Ifan menimpali.
953 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Penyesalan CEO Cantikku yang Dingin

Di atas kertas, sebuah puisi yang ditulis dengan aksara rumput liar terpampang jelas. Ketika Mardi, Haidar, dan yang lainnya kembali sadar dan membaca isi puisinya, wajah mereka perlahan memerah, dipenuhi rasa malu dan marah. [ Memuji Jarum ] [ Seratus kali tempa, jadilah sebatang jarum, ] [ Terbalik terguling, menari di atas kain. ] [ Mata seolah-olah tumbuh di bagian belakang, ]
10275.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.1K kali sebagai puisi bikin baper
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status