Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.5K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

"Terlalu gombal. Rudra pasti akan muntah mendengarnya." Ia mengganti buku lain, sebuah puisi bertema perjuangan berjudul "Derap Ksatria Mahipura" "Darah menetes di ujung pedang, demi nusa kita menerjang! "Bagus, tapi tidak cocok dengan musik Wina. Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya.
1014.0K viewsCompletedAdded to Library 293 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
Bentala dan Nabastala

Bentala dan Nabastala

Di hitam matamu kembang mawar dan melati Harum rambutmu mengalun bergelut senda Sepi menyanyi Malam dalam mendoa tiba Meriak muka air kolam jiwa,” “Dan dalam dadaku memerdu jiwa Dan dalam dadaku memerdu lagu Menarik menari seluruh aku Hidup dari hidupku, pintu terbuka Selama matamu bagiku menengadah Selama kau darah mengalir dari luka Antara kita mati datang tidak membelah.” Sambung Bella. Membuat seisi kelas bertepuk tangan karena puisi yang baru saja dibacakan sangat indah. “Nah, seperti itulah permainan ini. Tapi ingat, siap-siap saja ada satu kertas kosong ya!” ingat Bu Sri dan mempersilahkan Boni dan Bella kembali ke bangkunya.
2.7K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
Istri Dadakan si Dosen Tampan

Istri Dadakan si Dosen Tampan

Mau ngapain nginap di rumah segala? [Ih, gak tau, Sayang. Gak enak atuh nanya-nanya. Ntar dikira gak dikasi izin. Biarin aja kali, rumah juga luas buat nampung satu orang.] [Iya, iya. Aku selalu tak bisa berkutik jika sudah kamu yang bilang, Sayang.] [Ih, mulai bucin.] [Kalau bucin adalah bahasa cinta, maka kita berbicara dalam harmoni yang penuh kasih sayang setiap hari. Hidup bersamamu adalah petualangan tak terlupakan.]
9.991.0K viewsCompletedAdded to Library 3.5K Times as puisi bucin bikin baper
Show Reviews (20)
Read
+Library
.*_Sofea_*.
ceritanya bagus banget. tapi sedikit kecewa kernanya gak sempat lahir anak mereka berdua. aku penasaran banget pengen tau anaknya cowok apa cewek. sama anaknya si vina juga. tapi apakan nasib ceritanya udah sampai ke endingnya.
Sofiana Agustina, S.ip
ceritanya bagus, lucu, seru, asyik. suka deh. semoga ceritanya ga dipanjang2in, diputer2, dimasukkan cerita yg tdk perlu dan ditambah2 trus tokoh/karakternya. krn kalo maksa dipanjang2in gak ketemu2 ujungnya dan nambah2 karakter trus, kadang bkin males dan memilih ut berhenti baca ditengah jalan..
Read All Reviews
Sebelum Aku Pergi

Sebelum Aku Pergi

bisiknya. Setelah makan selesai, Aruna kembali terlelap. Glen tetap duduk di sisi ranjang, tidak ingin kehilangan satu detik pun dari keberadaan perempuan itu. Ia mengeluarkan buku kecil dari tasnya—buku puisi yang ditemukan oleh asisten rumah saat membereskan apartemen. “Dari semua bait yang kau tulis, ini yang paling menyakitkan,” gumam Glen sambil membuka halaman dengan puisi berjudul "Aku Tidak Ingin Mati, Tapi Aku Lelah Hidup Sendiri.”
1.8K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Superhero, Inc. (Bahasa Indonesia)

Di sana terselip kertas yang tertulis puisi buatanku. “Buat?” kejar Four. “Ya, buat kamu,” jawabku sambil siap-siap membacakan puisi cinta. Four tampak super bingung. Aku menarik nafas sejenak, lalu mulai membaca bait pertama. “Wajahmu bersinar bagai rembulan.” Demi mendengarnya, Four langsung meraih ember di dekatnya, lalu muntah hebat.
1012.3K viewsOngoingAdded to Library 245 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
Sentuhan Panas Editorku

Sentuhan Panas Editorku

“Kenapa, Bi? Kok ada hikmahnya?” “Biasanya kalau habis badai besar begini, pagi-pagi begini muncul pelangi di balik bukit pinus itu, Neng. Indah sekali, warnanya ramai dan cantik,” cerita Bi Aam dengan mata berbinar. Mendengar kata pelangi, mata Meysa langsung berbinar. Sebagai penulis roman, ia selalu lemah dengan hal-hal estetis dan puitis seperti pelangi. “Beneran, Bi? Di mana munculnya?”
108.1K viewsCompletedAdded to Library 235 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

"Dan puisi tak perlu makna. Cukup keindahan yang merobek dada." Anak-anak Buton berlarian di halaman. Mereka lahir dengan mata biru elektrik dan rambut yang tumbuh menjalar seperti akar. Salah seorang menunjuk langit tempat kapal alien kedua meledak—bunga api dari ledakan itu jatuh sebagai koin emas yang berbisik dalam bahasa Wolio kuno. Mereka tertawa riang, tanpa tahu bahwa keindahan yang mereka saksikan sebenarnya adalah pertanda kehancuran. La Ode Harimau tersenyum pahit, menatap ke langit yang kini dipenuhi asap dan debu. "Puisi kita adalah puisi kematian," bisiknya pelan, sebelum ia menghilang di balik kabut tebal yang menyelimuti istana. Sementara itu, anak-anak Buton terus berlarian,
3.2K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kalimat yang kutulis ringkas, padat, dan menusuk: Aku adalah puisi yang hanya bisa dibaca, Bukan untuk disentuh jari-jari dunia. Namaku: Harga Diri. Tempatku: Keheningan yang sunyi. Di sinilah aku, tak bertamu, tak menemui. "Ck.. ck.. Aku kira puisi dahsyat apa, ternyata cuma begitu? Biasa saja," cibir Bonaga sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ia tampak cemas, takut kalau-kalau puisi sesingkat itu akan ditolak mentah-mentah dan membuat kami jadi bahan tertawaan seisi ruangan.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 34 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah

Suamiku Menghinaku Seperti Sapi Perah

Jari-jarinya bergetar seperti daun yang terkena angin. "Dia ... dia hanya ... hanya agak dingin padaku." Aku menatapnya dengan tenang, seolah melihat diriku yang lain. Aku berkata, "Dia bukannya bersikap dingin, dia hanya nggak menyukaimu." Satu kalimat dariku itu menghancurkan semua fantasi dan penghiburan dirinya. "Bajingan! Dasar binatang!" Samanta membanting foto-foto itu ke meja, air matanya mengucur deras meski suaranya ditekan kuat-kuat.
1.9K viewsCompletedAdded to Library 38 Times as puisi bucin bikin baper
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status