Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Pertemuan Kedua : Dia yang Kembali

Ia menggulung tangan dan mengambil beberapa cat warna. Praktik seni dan budaya dibagi menjadi tiga macam, bernyanyi, bermain alat musik dan menggambar. "Masalahnya aku payah dalam semua hal." Meskipun Ayumi berisik, Reka tetap diam dengan damai. Telinganya disumpal oleh jemari telunjuk sembari berusaha meghafalkan lirik lagu. Dua gadis itu sama-sama payah, kelompoknya benar-benar tidak memiliki harapan bahkan sebelum ujian dimulai.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
JEJAK HASRAT

JEJAK HASRAT

Kode-kode kecil dan titipan salam melalui teman-teman mereka adalah cara mereka mengungkapkan perasaan tanpa mengucapkan kata-kata yang sebenarnya. Sania: "Pak Parman, teman saya suka sekali membaca puisi. Dia mengatakan bahwa puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan perasaan. Saya kira dia benar." Parman: "Puisi adalah cara yang indah untuk mengungkapkan apa yang sulit diucapkan, Bu Sania."
1043.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya. Ada "Keluh Kesah Selir yang Terlupakan" (terlalu picisan), Tarian Dewa Kala" (terlalu mistis dan berat), hingga "Surat Cinta Sang Pemuja Bayangan" yang merupakan juara lomba puisi lima tahun lalu. Isvara membaca semuanya, dari yang klasik sampai yang tersembunyi. Namun, bukannya mendapat inspirasi, kepalanya justru terasa berputar.
1014.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 345 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Pesanku di Grup Chat Keluarga Tak Pernah Dianggap

Pesanku di Grup Chat Keluarga Tak Pernah Dianggap

Apa hanya sebatas karena karirku yang menghalangimu untuk bersikap bijaksana terhadapku? *** Aku ijin pada Sisil tak masuk kerja hari ini. Karena ada acara Pekan Budaya di sekolah anak-anak. Tema pekan budaya tahun ini adalah adat Aceh. Aku dan anak-anak mengenakan pakaian adat Aceh berikut dengan membawa sajian makanan khasnya, untuk disajikan pada stand kuliner daerah. "Ayo Bund, kita temui Bu Rani ya." Ajak Putra mengarahkan ku pada sosok guru mereka yang bertugas dalam sajian makanan khas daerah.
1024.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 969 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Dunia ini tidak Seburuk atau pun Seindah yang Kau Kira

Kata Made. “Indah sekali.” Kata Alfi. “Benar... Tempat ini benar-benar indah.” Tambah Herman. “Oh, terima kasih atas pujian kalian, desa ini adalah desa adat yang masih melestarikan budaya uniknya yang sudah ada selama beratus-ratus tahun yang lalu.” Kata Made. “Budaya apa yang anda maksud?” Tanya Koji. “Perang Pandan.” Balas Made berjalan ke depan.
915.9K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 589 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
EGO

EGO

Mae Takataereseleros
Jelasnya. "Oh iya? Kamu suka puisi?" tanya Elzora. "Puisi, seloka, cerpen, novelet, dan lain sebagainya... Aku suka." "Keren, aku pikir kamu businessman." "Bisnis pekerjaanku tapi seni itu hobiku." "Kamu kenal art style?" tanya Elzora. "Mungkin yang kamu maksud tahu bukan kenal," menekan kata "tahu" dan "kenal".
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 154 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

"Puisi, karya sastra yang mengungkapkan perasaan, isi hati, dan juga pikiran. Juga bisa diambil dari sebuah pengalaman hidup. Puisi sebuah syair yang mengandung makna.” Para siswa memperhatikan Guru yang menjelaskan tentang puisi. Guru juga membacakan beberapa puisi, tentang perjuangan seorang jenderal dan juga puisi tentang romansa. Setelah menjelaskan tema pelajaran hari ini, Guru menutup bukunya. "Sekarang giliran kalian. Ambil kertas, dan kuas." Guru kembali ke mejanya. "Tulis satu puisi. Temanya tentang perjuangan.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Kolonialisme dan Budaya Campuran Keragaman kesenian tradisional dan budaya Indonesia tidak pernah habis saya kagumi. Mulai dari bahasa daerah, syair, tarian, musik, hingga ke seni pertunjukkannya. Mungkin tidak akan cukup seumur hidup saya untuk mengenali masing-masing kesenian dan produk budaya itu. Bahkan untuk kesenian tradisional di satu daerah saja, katakanlah di Yogyakarta, menawarkan sumber yang tidak akan pernah habis untuk digali. Rasa kagum terhadap budaya sendiri itu pun semakin terasa ketika saya jauh dari Indonesia. Perasaan kagum yang kemudian berubah menjadi rasa bangga, terutama jika kawan-kawan dari negara lain mulai bertanya macam-macam tentang Indonesia pada saya.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 394 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

“Karena kau sibuk merangkai cerita, Bumi. Tugasmu adalah membuat orang merasa dekat. Tapi aku senang membaca filsafat, antropologi… misalnya Lévi-Strauss yang bilang mitos bukan cerita kosong, melainkan cara masyarakat menata dunianya. Dari situ aku percaya, setiap karya budaya adalah jendela batin sebuah bangsa.” Bumi tak bisa menahan tawanya yang lembut. “Astaga, Sita… aku merasa seperti mahasiswa yang duduk mendengarkan dosen favoritnya. Kau tahu, aku terpesona. Aku tak menyangka calon istriku bisa membuatku melihat sejarah dan budaya dengan cara yang sama sekali baru.” Bumi masih menatap Sita dengan rasa kagum yang sulit disembunyikan.
1011.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai puisi budaya
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status