Dosen Galakku, Suami Rahasiaku
Sagara berjalan menuju sebuah kursi, lalu duduk dengan tenang sambil menyilangkan sebelah kakinya.
Berbeda dengan Bhargava yang memilih bersandar di sisi meja, Dante tetap berdiri tepat di hadapan Anwar. Kedua tangannya masuk ke dalam saku celana, sementara tatapannya tidak lepas dari pria itu.
Sagara mengangkat sebelah alisnya. “Pak Anwar, kelihatannya sedang senggang hari ini?” tanyanya datar.
“Saya baru akan berangkat ke kampus, Prof. Hari ini ada kelas siang, jadi saya harus segera berangkat.”