Dokter Sakti Penguasa Dunia
Jadi, Ewan terpaksa memuji dengan terpaksa, "Bagus! Bagus sekali!"
"Lalu menurutmu, gimana puisiku ini dibandingkan sama puisi Chairil Anwar?" tanya Nazar lagi.
Dalam hati Ewan memaki, 'Nggak bisa lebih tebal muka lagi apa? Puisi macam apa yang kamu tulis, kamu sendiri nggak tahu? Masih berani bermimpi menandingi Chairil Anwar, benar-benar nggak tahu malu!'