Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku yang Perkasa

Suamiku yang Perkasa

Dia tahu dia akan mengejutkan semua orang jika dia menunjukkan bakatnya. Darryl tersenyum dan menatapnya. "Katakan padaku kenapa puisi itu bagus?” 'Ha ha! Puisi itu berjudul 'Pasir Murni Surgawi — Pikiran Musim Gugur' oleh Ma Zhiyuan, penyair besar dari Dinasti Yuan. Bagaimana bisa tidak menakjubkan?' pikir Darryl. Jewel memiringkan kepalanya sambil berpikir dan berkata, “Pokoknya, menurutku itu luar biasa! Puisi itu ditulis dengan indah."
8.57.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208.9K kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Tampilkan Ulasan (2480)
Baca
+Pustaka
Natalie
Kok bisa yang istri2 Darryl setiap melahirkan bukanlah anak biologis Darryl dan selalu anak dari orang lain. Darryl kena Karma setelah menghamili Monica dan kena Karma. Sekarang Lady Denise istri melahirkan anak hasil perzinaan dengan pelayan. Alih2 dapat hadiah istri Lord Kenny sbg permintaan maaf.
Raka Abqary
blm jg kelar 1 msalah muncul 5 mslah scra brsmaan..jdinya bingung mw di bwa kmna arah tjuan crtanya.jg daril sprtinya gk prnh fokus sma tjuannya,ap dia pelupa atau teledor?trllu asyik sma dunia sndri,shingga mudah lupa sma ap yg hrs dia lkukan sblmnya.crtanya jg trllu mmberatkn daril,gk ad hri tnang
Baca Semua Ulasan
Anak Siapa di Rahimku

Anak Siapa di Rahimku

Suaranya berdenting, bak musik pengiring yang turut melengkapi drama yang ia perankan malam itu. "Dengan kukembalikannya perhiasan-perhiasan imitasi ini, kukembalikan pula hatiku yang dulu, yang jauh sebelum mengenalmu. Dulu aku memang pernah mencintaimu, tapi sejak tahu fakta ini, hatiku untukmu telah mati. Haram bagiku mencintai pengecut seperti kamu. Sekarang, bagiku kamu bukan lagi mantan suami, melainkan lelaki asing yang tak pernah ada dalam hidupku."
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

AEONIAN : Yang Pernah Terjadi Akan Abadi

Mengapa kau mengalir pergi Kala ucap terpatri di hati Akankah kau buktikan kau benci dirimu sendiri Kau tolak empat mata Namun, kau suka main mata Nan, bolak balikkan kata Laksana bunga tidur yang terasa Pijar yang ku cari Bukan kata manis yang kau beri Nostalgia yang ku rasa Apa kau merasa hal yang sama? Iblis kejam... Lihat tanda tanya ini Bisakah kita menjadi sahabat? Atau Berteman hingga akhir hayat? Nan, maaf kutelusupkan kau dalam puisi ini 26-04-2018 “Siapa yang menulis puisi ini? Tidak ada penulisnya” ucap Arka “Mungkin di kotak tadi ada sesuatu yang lain” lanjut Arka sambil turun dari kasurnya mengambil kotak yang dia banting tadi
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Panasmu hangat Marahmu cekat Umpatmu lezat Kutukmu nikmat Tuan menangis, aku teriris Tuan bersedih, aku merintih Tuan terluka, aku membela Tuan bersalah, kutetap cinta Memang, cinta segila ini Gila tergila semakin gila lalu menggila bersama-sama Cinta berharga Makna setia Mengubah ingin Berharap mungkin ~~~ Mohon maaf pabila selama ini saya ada salah-salah kata, sampai jumpa di kesempatan yang berbeda. Catatan terakhir : Pesona Senja _______________ Sebuah notifikasi messenger muncul beberapa belas menit setelah aku mengunggah puisi gila tersebut. Siapa lagi kalau bukan Kaffah, Si Bunglon tengil yang kini tengah melanjutkan studi magisternya di Australia.
106.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
Tak Terkalahkan Sejak Lahir

Tak Terkalahkan Sejak Lahir

"Guru Lembah kita dulunya adalah seorang raja muda, yang disayangi oleh leluhur Klan Hutan Abadi, yang bahkan menganugerahinya pedang surgawi. Setelah perang yang aneh itu, Guru Lembah memimpin kita ke medan perang dengan risiko besar, nyaris lolos dari maut, dan mencatat semuanya dalam prasasti batu ini. Hanya untuk mencatat kisah epik para pahlawan! Meskipun kita membayar dengan darah dan nyawa kita, itu sepadan! Sejarah sejati layak untuk diingat! Ketenaran dan kemuliaan para pahlawan tidak boleh dinodai atau dilupakan!!!" Lin Yang mengangguk, mengambil prasasti batu itu, dan melihat adegan yang digambarkan. Sungguh tragis! Leluhur Klan Abadi bertempur dengan sengit, pemandangannya kejam
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
104.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 176 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

POV Risfan ——— Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau 'kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untuk...mu ——— Suara Malik sedang bernyanyi di iringi petikan gitar, membuatku dan Santo saling menoleh. Baru kali ini aku dan juga Santo mendengar suara Malik. Bagus juga ternyata suaranya.
9.647.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
Hidup Kembali di Zaman Kuno

Hidup Kembali di Zaman Kuno

Guru: "Sastra bukan sekedar untaian kata. Ia adalah cermin jiwa dan perjalanan zaman. Nah, siapa di antara kalian yang dapat menjelaskan makna bait pertama ini?" Seisi kelas diam, hingga Raka mengangkat tangan dan mulai berbicara dengan lancar. Raka: "Puisi ini bukan sekedar mengisahkan keberanian, tapi juga pengorbanan. Seorang pemimpin sejati bukan hanya menggenggam pedang, tapi juga berpikir jauh ke depan. Seperti pepatah, 'Mata pena lebih tajam dari mata pedang.'"
1012.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

"Terlalu gombal. Rudra pasti akan muntah mendengarnya." Ia mengganti buku lain, sebuah puisi bertema perjuangan berjudul "Derap Ksatria Mahipura" "Darah menetes di ujung pedang, demi nusa kita menerjang! "Bagus, tapi tidak cocok dengan musik Wina. Ini lebih cocok diiringi genderang perang," keluh Isvara. Karena belum ada yang cocok, Isvara membaca buku berikutnya.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 537 kali sebagai puisi guruku pahlawanku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status