Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cinta di Balik Singgasana

Cinta di Balik Singgasana

“Aku lindungimu, dan aku kembali hidup atau mati.” Mereka duduk dalam diam. Suara air kolam dan cicit burung terdengar.Angin membawa aroma kenanga, seolah memperlambat waktu. Dunia terasa damai, tetapi badai Majapahit mengintai. Malam itu, di bilik sederhana Raka, ia duduk di tepi ranjang kayu. Puisi Dyah terbentang di tangannya.Cahaya lampu minyak menerangi wajahnya yang letih. Luka di lengannya perih di bawah balutan kain.Pedangnya bersandar di sudut. Kilatnya mengingatkan tugas yang menanti. Jimat biru di samping puisi, penuh makna.Ketukan pelan terdengar di pintu. Raka bangkit, meraih belati.
807 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Pusaka Legendaris Sang Guru Besar

Pusaka Legendaris Sang Guru Besar

“Kalau begitu kalian berdua sekarang ikut denganku kembali ke istana—“ “Maaf kalau saya bertindak kurang ajar, sebelum kesalahan pahaman ini melebar. Perkenalkan nama saya Janu dan saya akan menjelaskan semuanya disini.” “Tidak masalah, kamu bisa jelaskan saat diperjalanan. Apa pun hubunganmu dengan Guru, yang harus kamu tahu Guru tidak akan mudah dikalahkan oleh orang biasa. Sehingga tidak mungkin ada yang bisa mencuri papan identitas dari tangan Guru kalau bukan dia yang memberikannya sendiri.”
1.9K viewsOn holdAdded to Library 46 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Sang Putri: Sahabat Dari Surga

Terpujilah wahai engkau bapak ibu guru Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku Wahai engkau ibu bapak guru Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan Engkau laksana cahaya bangsa dalam kegelapan Namamu s’lalu terukir di dalam hatiku Engkau laksana pahlawan bangsa Tanpa tanda jasa Aku serta siswi lainnya semakin histeris meresapi lagu itu. Walau aku sendiri tidak begitu mengetahui maknanya, tetapi syair dibait terakhir “Engkau laksana pahlawan bangsa, Tanpa tanda jasa”. Ya, guruku pak Kasmirin memang pantas disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Karena jasanya kami mampu membaca, berhitung dan memiliki banyak ilmu pengetahuan yang baru.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Pangeran, Aku Bukan Istrimu

Melempar semua musuh menjauh, tak lupa sambil mematahkan tulang beberapa di antaranya. “RA! Tahan dirimu!” Luz mencoba untuk menenangkan saudaranya. Usaha yang gagal total. Rasui baru berhenti setelah semua musuhnya diam. Atau paling tidak, mengerang tak mampu lagi bergerak. Saat ini hanya Rasui yang berdiri di tengah ruangan sendirian. Pasukan pengawal yang tersisa tanpa sadar menjauh karena ledakan kekuatan Rasui yang sama sekali tidak terduga itu.
104.3K viewsOngoingAdded to Library 155 Times as puisi guruku pahlawanku
Show Reviews (7)
Read
+Library
4fm
semangat yaa Thor <3 aku suka cerita bertema transmigrasi seperti ini, menurutku ini menarik dg berlatar belakang Mesir Kuno ;) semoga Lea dan Rasui bahagia, aku berharap kapal mereka berlayaaar \(>,<)/
fazaa
baguss bgtt aku bacanya ikutan greget ypi suka bgt modelan cwek kek lea. pasti ada yng blom selesai sampai di transmigrasi semangat kakak author mampir juga ke cerita aku ya judulnya "Rahasia Malam Sultan" terima kasih ~
Read All Reviews
Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

Legenda Tongkat Semesta Bagian 2

LIntang baru tahu bahwa ayahnya sedari dulu ternyata bertindak atas perintah Batara Guru. “Ada ribuan kesatria yang seperti tuan Galuh, tapi yang paling bersinar dari semua kesatria hanyalah ayahmu pangeran. Tuan Galuh berkelana sendiri menyebrangi berbagai semesta hanya untuk memburu pasukan Dewa Kegelapan. Banyak pengikut Dewa Kegelapan yang musnah di tangannya, dan banyak juga alam yang berhasil dirinya bebaskan,” raja Dangu berhenti untuk mengambil napas.
105.1K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Purba Sang Pemuas

Purba Sang Pemuas

Pria bertelanjang dada itu berjalan menembus kegelapan malam bagaikan pemenang perang yang baru saja menaklukkan markas musuh. Di dalam posko bobrok itu, Rasti ditinggal sendirian dalam kondisi sange berat yang tidak bisa tertahankan lagi. Cairan gairahnya masih terus merembes membasahi celana dalamnya yang kini bercampur air seni Bahar. Wanita itu cuma bisa menggigit bibir meratapi nasib apesnya ditolak mentah-mentah sama sang mantan kekasih. "Dek Rasti, tolongin abang dong..." Bahar mengerang super lemah dari lantai sambil memegangi tangannya yang remuk parah.
9.8K viewsOngoingAdded to Library 381 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 117 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Hadirmu Menghancurkanku

Hadirmu Menghancurkanku

POV Susi Melihat kebahagiaan Lia rasanya hatiku begitu sakit, aku yang dulu begitu mencintai mas Sandi bisa dilupakan semudah itu. Mas Sandi adalah laki-laki yang kutemukan di gelapnya kehidupan jalanan. Dia laki-laki yang baru keluar dari penjara kulihat begitu menarik. Aku pun jatuh cinta padanya, dan dia pun menerima cinta ku. Setelah sekian lama akhirnya aku pun meminta dia menikahi ku.
7.7K viewsCompletedAdded to Library 168 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Gerilya Di Balik Seragam

Gerilya Di Balik Seragam

“Mengapa?” “Karena aku pernah bertempur berdampingan dengan ‘Pahlawan Kaliurang’!” Okta melirik Surya, lalu buru-buru mengubah kata-katanya. “Oh, bukan, maksudku, ‘Pahlawan Kebebasan’!” “Benarkah?” seru Leman, dan para pejuang baru langsung berkumpul di sekitarnya, duduk di atas tikar pandan yang sudah usang.
103.9K viewsCompletedAdded to Library 124 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
Penguasa Pedang

Penguasa Pedang

Catatan pertempuran dan keahlian khusus para ahli bela diri tersebut cukup rinci. "Aku tak pernah menyangka ada orang yang bisa mengumpulkan informasi selengkap ini. Mereka benar-benar luar biasa!" seru Lin Xuan. Jika semua yang tertulis di sini benar, maka orang yang menulis buku ini sungguh luar biasa. "Ini ditulis oleh Paviliun Rahasia Surgawi, kau pasti tahu itu, kan?" Sebuah suara dengan nada sedikit meremehkan terdengar dari samping.
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 353 Times as puisi guruku pahlawanku
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status