Menantu sang Dewa Perang
gumamnya sembari menahan darah yang mulai keluar dari bahunya, “Kalung itu, kenapa kalung itu bagaikan pengekang bagiku?”
Susliki pun terlihat baik-baik saja saat pertarungan itu berlangsung, “Kalian hidup dengan penuh dosa, sedangkan aku hidup harus menopang antara dunia kalian dan dunia manusia biasa, itulah yang diucapkan oleh Jendral sekaligus pahlawanku!”
Wakil ketua Myasnik pun terengah-engah, “Mau sampai kapan kamu mengocek tidak jelas seperti itu? Mau Jendral atau pahlawan, dia tidak akan sanggup melawan pemimpin Myasnik!”