Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Cacian Keluarga SuamiKu

Cacian Keluarga SuamiKu

"Sabar sayang. Kamu enak banget, kita keluar bareng-bareng ya" Joko terus memompa tubuhnya dengan tubuh wanita mungil di bawah kungkungannya itu dengan tempo yang cepat, hingga keduanya pada akhirnya sampai pada puncaknya. Joko lalu menggeram saat merasakan sensasi nikmat yang sangat luar biasa. "Bang, kita udah lakuin nya empat kali, kamu enggak ada niatan gitu mau menikahi ku? Aku takut, kalau aku hamil bang" ucap wanita itu yang tidak lain adalah Kemuning.
103.2K viewsOngoingAdded to Library 127 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Pengawal gay saya

Pengawal gay saya

Pinocchio, kami harus mengeluarkanmu dari sini, cepat - selagi masih bisa! "Ayo pergi - HONK!" kata Pinokio. Kedua kakinya telah menyembul menjadi empat. "Lari, cepat!" kata si Jangkrik. Satu hal baik tentang empat kaki baru Pinocchio adalah dia bisa berlari sangat cepat! Cepat, cepat, mereka kehabisan Pleasure Island. Tak lama kemudian mereka sudah berada di sebuah dermaga di tepi samudra. “Tolong, Pak!” Pinocchio memanggil seorang pria di dekat dermaga. “Saya mencari seorang lelaki tua bernama Geppetto. Apakah kamu mengenalnya? – Klakson!”
107.7K viewsCompletedAdded to Library 191 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Binti Raharjo

Binti Raharjo

“Maziyah, kamu ndak bisa bahasa Jawa, ya?” Pitoyo memberi kode pada Judir untuk naik ke truk, di bak belakang. Gadis itu mengangguk lemah.”Bisa sedikit. Saya tinggal di Surabaya, empat bulan!” “Oh, kamu ikut, Lik, ya. Namaku Joko Pitoyo. Panggil saja, Lik Pitoyo. Itu yang mulutnya monyong terus, namanya Junaidi, tetapi lebih terkenal Judir, kernetku.”
102.5K viewsOn holdAdded to Library 77 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.3K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

“Purnomo teko, gunung mampet dadi suoro, aku teko ojo lungo.” Wirya mendengarkan dengan seksama. “Dan itu berhasil?” Kuncoro terkekeh pendek, sinis. “Tidak pernah. Pamanku sendiri, dulu nekat mencoba. Ia membawa semua persembahan, mengucapkan mantra itu sampai lidahnya kering di tengah kabut purnama. Hasilnya? Hanya dingin yang menusuk tulang dan kesunyian yang mengejek. Joko Loyo tidak juga muncul. Mantra itu mungkin Cuma sajak usang untuk menakuti anak-anak, atau... kita salah menafsirkannya. Yang jelas, itu semua hanya dongeng pengantar tidur. Aku sendiri tak pernah punya nyali untuk membuktikannya.”
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 328 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Istri Bayangan

Istri Bayangan

Part 53 Pohon Pinus Pagi ini cerah, matahari menyinari Rumah perkampungan yang asri bak selimut yang memberikan kehangatan. Silvi telah resmi bercerai dengan Yogi namun hatinya masih belum bisa menghapus sebuah nama yang amat berarti dalam hidupnya. Ya Yogi adalah cinta pertamanya yang sekaligus menjadi cinta terakhirnya sewaktu itu. Teringat saat pertama kali dia berjumpa dengan Yogi saat masih di bangku perkuliahan Silvi mengikuti acara di luar kampus yang melibatkan para mahasiswa dari berbagai universitas
105.8K viewsCompletedAdded to Library 204 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status