Sang Menantu Perkasa
"Rambutku hampir tak menutupi dahiku; Aku memetik bunga, bermain di dekat pintu; Ketika kau, kekasihku, di atas kuda bambu; Datang berlari-lari kecil sambil melempar buah plum hijau."
Setiap Arjuna menulis sebuah puisi, lelaki tua itu akan mengambil untuk membacanya, lalu memuji. Setelah itu, dia meniup tinta pada kertas sampai kering sebelum menyimpannya dengan hati-hati di dalam kotak kayu.
Arjuna, yang tidak terbiasa menulis dengan kuas, telah selesai menulis enam puisi ketika kereta tiba di jalan resmi.
Jalan kembali ke Desa Embun terhalang oleh salju tebal sehingga kereta tidak bisa masuk.
Hot Chapters