Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
FREL.

FREL.

Aku berkonsentrasi penuh, memusatkan pikiran pada puisi yang cocok untuk kujadikan acara penembakan. Aku berdeham sebelum memulai mengucapkan satu karya lagi buat Kak Kevan. "Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu. Aku ingin mencintaimu dengan sederhana, dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada." "Gue juga suka puisi itu, berjudul "Aku Ingin" karya dari Sapardi Djoko Damono."
9.426.4K viewsCompletedAdded to Library 818 Times as puisi joko pinurbo
Show Reviews (46)
Read
+Library
Pengelana Tersesat
Ceritanya seru, tapi sekedar saran, perlu koreksi cara promosi. Lebih halus dan sopan ke Author. Takutnya promo kaya biasanya bakal bikin masalah di masa depan. Tapi, klo mau lanjut juga silakan. Saya yang tersesat hanya mengingatkan agar hanya saya seorang yang tersesat
Nisa Nurpasa
Mampir juga yuk ke novel 'Menikahi Gadis Desa' ... Sarah Larasati, terpaksa menerima perjodohan dengan seorang pria kota bernama Fabian Aditama. Bukan tanpa alasan ia menerima perjodohan ini, hutang sang ayah lah yang menjadi alasannya. Akankah Sarah bahagia bersama pasangannya kelak? Atau hanya p
Read All Reviews
40 Hari Setelah Kematian Bapak

40 Hari Setelah Kematian Bapak

pintanya. Pak Jiman buru-buru mencabut sebatang bambu yang tergeletak di pinggir sungai dan menyerahkannya pada Joko. Dengan hati-hati, Joko menggunakan bambu itu untuk menyentuh tubuh di atas batu. Begitu ia menyentuhnya, tubuh itu bergulir sedikit, dan sebuah suara aneh terdengar dari arah hulu—seperti geraman yang dalam dan berat. Warga yang berdiri di belakang Joko langsung mundur beberapa langkah. “Apa itu, Mas Joko?” tanya salah satu dari mereka dengan suara bergetar.
109.8K viewsCompletedAdded to Library 391 Times as puisi joko pinurbo
Show Reviews (52)
Read
+Library
Viva Oke
makin seru kisah perjalanan murni dan Aji dalam menyingkap tabir kesesatan orang tuanya dimasa lalu. akankah murni berhasil melindungi seluruh orang yang ada disekitarnya dari amukan sangkalana atau murni bakal ikut hancur bersama prana yg ada didalam tubuhnya?
Aprilia Mulyaningsih
ceritanya bagus dan menarik. tapi ada bbrp part di bbrp bab yg blm selesai ku baca tp ky udah tau endingnya. menarik... penasaran ...yg aku ntah knp kayak aku paham. nth pernh baca nth apa, aku sendiri gak tau bingung
Read All Reviews
LAWON ABANG (Kafan Merah)

LAWON ABANG (Kafan Merah)

"Mawar, mugo ***** "Pak, aku kebelet pipis," bisik Bu Jamila sembari menggoyangkan tubuh berisi Pak Joko. "Uhmh.. Opo sih, Bu? Wis lah sampean coba tahan, pipis besok wae," sahut Pak Joko dengan tetap menutup rapat pasang matanya. Plakk! Dia memukul nyamuk yang hinggap di atas perut buncitnya, meninggalkan bekas telapak tangan berwarna kemerahan di sana.
106.4K viewsCompletedAdded to Library 160 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Sang Pendekar Naga Hitam

Sang Pendekar Naga Hitam

janji Arum Sari. Arum Sari kemudian pergi meninggalkan puncak pegunungan utara dengan menaiki kuda Alikusuma. Setelah Arum Sari pergi dari sana. Alikusuma kemudian menghampiri Kebo Ijo dan mengikat kedua tangan Kebo Ijo. Alikusuma kemudian mengambil sebuah cambuk yang Kebo Ijo gunakan untuk mencambuk Arum Sari sebelumnya. Alikusuma menyambuk Kebo Ijo dengan cambuk itu. Sebagaimana apa yang Kebo Ijo lakukan pada Arum Sari. Kebo Ijo berteriak kesakitan karena cambuk-cambukan dari Alikusuma. "Ini hukumanmu karena telah menyiksa seorang wanita" marah Alikusuma sambil menyambuk Kebo Ijo.
9.670.5K viewsCompletedAdded to Library 2.5K Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Sang Pelindung Turun Gunung

Sang Pelindung Turun Gunung

Tapi orang terakhir yang turun tangan barusan adalah Jose Rich si Pisau Cepat, salah satu dari Tiga Pendekar Bambu! Jose Rich berasal dari keluarga seni bela diri. Sejak kecil dia sudah berlatih teknik pisau. Konon, kecepatan pisaunya begitu mengerikan hingga mampu melukai delapan titik di tubuh seseorang dalam sekejap mata. Dan dia juga adalah salah satu dari tiga petarung terkuat yang bekerja langsung di bawah bos Black Bamboo Corporation.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 47 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

TUBUH GIOK PANGERAN TERBUANG

Tumpukan kecil herbal diletakkan satu demi satu: akar tujuh angin, daun giok penyejuk darah, debu kristal embun malam, dan serpihan jamur pelindung jiwa. Semua itu ia bagi ke dalam dua ruang kecil dalam kotak giok, memisahkan dengan formasi pembatas. Ia menyiapkan ruang bagi satu pasang kumbang jantan dan betina. Entah sejak kapan ia menyadari ada dua ekor di sana, tapi intuisi spiritualnya jarang salah. “Racunmu akan kuubah menjadi senjata,” katanya pelan, seperti bicara pada dirinya sendiri. “Dan ketika racun mereka tak lagi bisa membunuh, mereka akan mulai takut.”
9.859.7K viewsOngoingAdded to Library 1.7K Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Mereka tahu bahwa dengan kerja keras, Hutan Lambusango bisa menjadi contoh nyata dari apa yang bisa dicapai ketika manusia dan alam bekerja bersama. Dalam perjalanan pulang, di dalam mobil Fanta milik Jun yang baru saja dibelinya di kota Kendari, Jun memutar musik tradisional Buton, Kabhanti. Ia memutar dangdut Wakatobi, berjudul "Rusiana." Iramanya sangat bagus untuk joget, terutama saat mereka menonton joget di acara Pesta Panen di Desa Mata, tidak jauh dari La Bundo-Bundo. Sinta tertegun, sesekali menatap Jun.
3.2K viewsOngoingAdded to Library 102 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

PENDEKAR KEMBARA SEMESTA

Dia bawa lari ke tempat yang aman, lalu meletakkannya di bawah pohon besar. Leretan ajian dari Suro Joyo menghantam batu besar. Batu itu hancur menjadi kepingan-kepingan kecil. Bahan ada yang menjadi debu. Debu melayang ke udara bebas. ”Paniratpati..., kalau kamu ingin mempersuntung diriku, habisi Suro Joyo terlebih dahulu!” rayu Keksi Anjani dekat telinga Paniratpati. Laki-laki muda berwajah tampan itu mengangguk. Kemudian berjalan menuju ke arah Suro Joyo yang sudah menapakkan kakinya ke bumi.
1018.9K viewsCompletedAdded to Library 622 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
Aku Bukan Menantu Sampah

Aku Bukan Menantu Sampah

Master Joko berjalan ke tengah dengan bangga, dia menyentuh giok dengan telapak tangan besar, giok bersinar tertiup angin, dia berkata: “Joko, tolong beri pelajaran kepada Master Jovian.” “Baik!” Ada suara tepuk tangan di lapangan. Joko mengangkat dagunya dengan sombong: “Giok ini diturunkan dari Dinasti Song, dan membantu banyak Master Buyi! Adapun nomor pertama di Nanguang, menurutku Keluar Zhang seharusnya menduduki peringkat pertama.” Master Jovian juga berjalan ke tengah lapangan, mengangguk ke Joko dan berkata sambil tersenyum: “Giok ini memang barang yang bagus, tetapi barang itu sebentar lagi tidak akan menjadi milikmu...”
6.843.8K viewsOn holdAdded to Library 876 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
PELITA DI TENGAH GELAP

PELITA DI TENGAH GELAP

Cahaya kecilnya memantul di dinding, menari lembut bersama bayangan daun di luar jendela ia menatapnya lama, lalu mengambil buku hariannya dan menulis satu halaman terakhir, “Kami sudah melewati hujan, badai, dan malam yang panjang. Tapi dari semua itu, aku belajar satu hal, pelita yang paling kuat bukan yang paling terang, melainkan yang tetap menyala bahkan ketika angin mencoba memadamkannya. Dion aku janji, pelita ini akan terus ada. Untukku, untuk Dinda, dan untuk siapa pun yang percaya bahwa kejujuran masih punya tempat di dunia.”
712 viewsCompletedAdded to Library 24 Times as puisi joko pinurbo
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status