Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

Salah sendiri ceroboh sekaligus tidak memberi tahu bisa menulis kata-kata bagus. "Ternyata kamu bisa menulis puisi, Van. Bagus pula!" pujiku antusias. Kaivan mengendikkan bahu. "Dan kamu seseorang yang selalu ingin tahu!" Aku tergelak, Kaivan kalau marah semakin terlihat tidak bisa menguasai salah tingkah. Dan, supaya tidak lengah, kamar adalah satu-satunya tempat membaca paling aman. Note: kata-kata dalam buku harian Kaivan adalah cuplikan dari buku Eyang Sapardi Djoko berjudul Hujan Di Bulan Juni.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Suri tertawa. Lihatlah, digombali receh seperti ini saja, jiwanya sudah melayang sampai ke bulan. Inilah bedanya jika digombali oleh orang yang kita cinta. Walau kalimat yang digunakan adalah pengulangan kata dari zaman baheula, tapi rasanya mengena. Coba kalau digombali oleh orang yang tidak kita suka. Dibacakan puisi tujuh hari tujuh malam pun tidak akan terasa syahdunya.
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

"Aku bisa mengerti perasaanmu, Paduka. Aku… mengerti." Arunya menyelipkan tangannya ke lengan Daneswara. "Dia pasti wanita luar biasa," bisiknya, mata berkaca-kaca melihat rangkaian puisi terukir di marmer—karya Daneswara untuk istrinya.
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 437 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

BERLAYAR: Kala Cinta Tak Berjalan Semestinya

Sejenak angin sepoi dari barat membawa cerita nan ceria, namun juga hujaman bengis angkara murka. Indira sang sastrawati meracuniku dengan kata-kata puitisnya. Prosa yang jadi surat penutup ini bukanlah lahir dari Batu Belah Batangkup, melainkan lahir atas kesadaran diriku yang sedang memaafkan jati diri pribadi. Semoga engkaupun serupa.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
Paman, Bawa Aku Pergi

Paman, Bawa Aku Pergi

Gusti memegang pipinya yang panas dan berdenyut. Ia menarik napas panjang, mencoba menyusun pembelaan secepat mungkin. "Ma, maafkan Gusti. Ada kerjaan yang perlu fokus, karena besok aku harus ke Surabaya. Jadi semua pekerjaan di sini harus diselesaikan dulu sampai tuntas, makanya ponselku mati karena aku tidak mau diganggu," dalih Gusti dengan wajah meyakinkan, meski itu hanya bualan belaka.
715 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

ISTRIKU YANG MULAI MANDIRI

POV Risfan ——— Kapan lagi kutulis untukmu Tulisan tulisan indahku yang dulu Pernah warnai dunia Puisi terindahku hanya untukmu Mungkinkah kau 'kan kembali lagi Menemaniku menulis lagi Kita arungi bersama Puisi terindahku hanya untuk...mu ——— Suara Malik sedang bernyanyi di iringi petikan gitar, membuatku dan Santo saling menoleh. Baru kali ini aku dan juga Santo mendengar suara Malik. Bagus juga ternyata suaranya.
9.647.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
The Devil's Mistress

The Devil's Mistress

Kilau sinar di pagi hari Sambut jiwa yang penuh ambisi Memulai langkah mengarungi Masa depan yang cerah dinanti Kumulai dengan langkah pasti Menatap cahaya sang mentari Denyut nadi yang tak henti Menapak langkah teguhkan hati Tentang harapan tentang cita Walau jauh kan ku tempuh jua Setinggi bintang hias angkasa Ku akan tetap tuk menggapainya Sejuta langkah tuk meraihnya Seluas lautan keringatku Tak akan pernah pedulikan Ku akan raih semua impian Oleh: wawan setiawan * “Aku menyukai ekspresi yang tersurat. Ada kegigihan yang dituangkan dalam tiap katanya,” gumam Joya. “Ajaib, Indonesia memiliki banyak pujangga muda yang berbakat. Puisi itu adalah salah satu kesukaanku.” Virgo menuangkan kemb
1088.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.0K kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
PREMAN DILAMAR SHALEHAH

PREMAN DILAMAR SHALEHAH

Sebelas Maret Diriku masuk penjara Awalku menjalani Proses masa tahanan Hidup di penjara Sangat berat kurasakan Badanku kurus Karena beban pikiran Kita orang yang lemah Tak punya daya apa-apa Tak bisa berbuat banyak Seperti para koruptor Andai ku Gayus Tambunan Yang bisa pergi ke Bali Semua keinginannya Pasti bisa terpenuhi Lucunya di negeri ini Hukuman bisa dibeli Kita orang yang lemah Pasrah akan keadaan Tujuh Oktober Ku bebas dari penjara Menghirup udara segar Lepaskan penderitaan Wahai Saudara Dan para sahabatku Lakukan yang terbaik Jangan Engkau salah arah Andai ku Gayus Tambunan Yang bisa pergi ke Bali Semua keinginannya Pasti bisa terpenuhi
108.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 300 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
Cinta di Antara Sawah

Cinta di Antara Sawah

“Keberanian itu seperti padi di sawah, tumbuh kuat di tengah badai.” — Peribahasa Jawa, Sidomulyo Malam di Sidomulyo gelap pekat, angin dingin menerpa sawah, daun padi bergoyang pelan. Sari Wulandari merayap di ilalang basah, batik birunya kotor lumpur, jantungannya berdegup kencang. Ardi, aku bawa pesan buat bapak, pikirnya, tangannya mencengkeram kertas kecil dari Pak Lurah, tulisan tinta biru samar di bawah sinar bulan. Bau tanah basah dan lumut menyengat, bayang jeruji penjara desa terlihat di kejauhan, lampu minyak redup berkedip.
810 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai puisi karya goenawan mohamad
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status