Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perempuan dan Kuasanya

Perempuan dan Kuasanya

Mengungkap kejahatan meskipun sempat mendapatkan cibiran masyarakat. Mereka menyebutku pahlawan. Tapi, satu hal yang ingin kukatakan pada mereka adalah. Bukan hanya aku. Mereka yang berani melawan kejahatan dan mengabaikan tanggapan miring orang-orang demi menegakkan keadilan. Juga merupakan seorang pahlawan. Kaum perempuan bukan lagi kaum lemah. Akan selalu ada yang berani maju untuk melakukan perlawanan. Dan kekuatan mereka jauh lebih besar daripada yang kamu bayangkan.
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

Kata-kata itu meledak dengan semangat pemberontakan, kesepian, dan kejujuran yang brutal—hal-hal yang tidak pernah ia temukan dalam puisi-puisi kekaisaran yang membosankan dan penuh basa-basi. Sori terduduk lemas di kursi. Harga dirinya sebagai penyair terkenal di Bakkara runtuh seketika. "Hanya dengan satu kalimat ini..." bisiknya dengan suara serak, "setidaknya aku akan terbayang-bayang sepanjang hidupku. Bagaimana bisa dia menuliskan jiwa manusia hanya dalam empat kata?"
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Sudah hampir sepuluh menit. Emma bahkan tidak meliriknya sekali pun. Dan anehnya, itu sangat mengganggu. “Puisi,” lanjut Pak Mahesa sambil berjalan perlahan di depan kelas, “adalah cara manusia menyembunyikan luka tanpa benar-benar menutupinya.” Sunyi. Semua seperti terhipnotis pada suara Pak Mahesa yang berat dan dalam. “Hari ini, kalian akan menulis puisi bebas.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Finding the Sun (Bahasa Indonesia)

Kepada pewaris peradaban, yang telah menggoreskan Sebuah catatan kebanggan, di lembar sejarah manusia Wahai kalian yang rindu kemenangan Wahai kalian yang turun kejalan Demi mempersembahkan jiwa dan raga Untuk negeri tercinta Wahai kalian yang rindu kemenangan Wahai kalian yang turun ke jalan Demi mempersembahkan jiwa dan raga Untuk negeri tercinta
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Kisah Para Penggetar Langit

Kisah Para Penggetar Langit

Saat manusia menjadi manusia. Karena puncak tertinggi kemanusiaan, tidak terletak pada tingginya pangkat, banyaknya harta, ataupun dalamnya ilmu. Tetapi terletak pada kemanusiaannya. Pada kelemahannya. Pada sifat-sifatnya. Pada akal pikirannya. Begitu sederhana! Tapi juga begitu sukar dipahami. Cio San tak bisa berkata-kata.
9.959.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi kemanusiaan
Tampilkan Ulasan (35)
Baca
+Pustaka
Zhu Phi
Ijin promosi thor ... Pendekar Kitab Iblis Dunia Persilatan gempar oleh terbunuhnya Pendekar golongan putih dan hitam secara misterius. Pelakunya dikenal sebagai Hantu Dunia Persilatan yang selalu membuka Kitab Iblis yang bercahaya. Siapakah dia? Ikuti kisahnya ya. Update tiap hari. Terima kasih.
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Hidup Alvira

Perjalanan Hidup Alvira

Oh mungkinkah diri ini dapat merubah buih yang memutih menjadi permadani seperti pinta yang kau ucap dalam janji cinta. Juga mustahil bagiku menggapai bintang di langit siapalah diri ku? Hanya insan biasa Semua itu sungguh aku tiada mampu~ (Exist - Buih Jadi Permadani)
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

Puisi dan Musik untuk Kampanye Selain video dan foto, Sinta meminta beberapa pemuda untuk menuliskan puisi tentang Lambusango. Sari, seorang pemudi yang dikenal pandai merangkai kata, menciptakan puisi indah yang menggambarkan hubungan antara manusia dan alam. Ia membacakannya di depan Sinta dan Jun: "Di antara dedaunan hijau dan burung bernyanyi, Hutan ini adalah rumah, jiwa, dan hati.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Aku Mbabu, Kau Hadirkan Madu

Bantu follow akunku ya Dears, subs semua cerbungku, like, coment, and share. Terima kasih ☺️🙏 *Berharap pada manusia adalah seni terindah untuk menyakiti diri sendiri, itulah yang aku rasakan sekarang. Harapanku terlalu tinggi pada manusia yang bergelar suami, hingga Allah mengujiku begini. 🌸🌸🌸
7.724.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 547 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Sang Penjaga Pajajaran

Sang Penjaga Pajajaran

Suara samar terdengar, itu adalah suara Arjuna Wisangjati, jernih dan damai, bergema dari langit: “Nagara, rasa geus hirup. Waktu geus eling. Ayeuna waktuna manusa nyerat rasa dina hirupna sorangan.” (Nagara, rasa telah hidup. Waktu telah sadar. Kini saatnya manusia menulis rasa dalam kehidupannya sendiri.) Nagara menunduk, air matanya tampak jatuh di halaman terakhir kitab. Dan di tempat tetes air itu menyentuh, muncul cahaya yang membentuk kalimat terakhir. “Eling téh lampu rasa, nu moal pareum sanajan poék datang.”
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 38 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status