Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 24 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Di tempat lain, wanita yang memilih menyimpan perasaannya sendiri demi tidak ingin melihat pria pujaan terluka kedua kali mulai menekuni literasi dengan hati. Apa yang ia rangkai dalam cerita adalah sebuah ungkapan yang tidak bisa terucap dan berakhir lewat aksara penuh cerita juga makna.
108.8K viewsCompletedAdded to Library 263 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

Maukah Kau Menemaniku Pergi Ke Dunia Dongeng?

"Kalau kalian penasaran dengan arti mantra yang kubacakan tadi, sebenarnya itu adalah sebuah puisi indah yang digubah oleh Sang Penguasa Sejati Tanah Kebahagiaan III sendiri. Terjemahan kasar ke dalam bahasa kalian kira-kira begini: "Langit mewarnai bintang-bintang yang teramat terang, angin menidurkan kehangatan di tanah pulau. Aku dan kamu bersatu dalam cinta, tertawa sebagai sahabat yang hangat, mengagumi embun milik kita. "Bunga-bunga melukis pelangi yang luas, menyinari matahari, menyinari bulan di langit. Anak-anak kecil bergerak penuh keajaiban, tertawa luar biasa, kesedihan pun tertidur, saat cahaya langit tiba.
554 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Manusia Penakluk Dunia

Manusia Penakluk Dunia

(Elma, Dunia Keempat: Lain). ....Manaearth bagaikan surga para kesatria, di sini Manusia memilik kesatria kuat yang disebut Hunter. Aku kagum dengan apa yang disebut kemanusiaan, sebuah kesepakatan pemikiran yang dapat mencegah perang. Aku akui, suku, negara, atau kerajaan yang ada, penuh dengan persinggungan ego masing-masing. Tetapi mereka memiliki kemanusiaan yang menjadi perisai.
1015.3K viewsOngoingAdded to Library 597 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Apa yang ingin kukatakan padamu, Kawan, adalah jangan pernah meninggalkan kemanusiaan dengan segala seninya. Sebab, hanya dalam kemanusiaan kita dapat menemukan kesederhanaan hidup kita sekaligus kekuatan untuk menjaganya. Hanya dalam kemanusiaan kita dapat melihat bahwa Tuhan sekalipun mengakui kelemahannya di hadapan bayangan yang Dia ciptakan sendiri.” “Bung Hadi mungkin sekarang sedang tertawa terbahak-bahak di alam sana melihat kekacauan zaman ini. Sayang sekali dia sudah tidak ada. Seandainya dia masih hidup, dia pasti akan membuat olok-olok tentang krisis kemanusiaan ini.”
105.3K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Bayangan Darah Sang Putra Buangan

Ia menatap langsung ke dalam kehampaan sosok tersebut tanpa rasa takut sedikit pun. "Kemanusiaan bukan variabel yang mengacaukan. Kemanusiaan adalah tujuan dari semua ini. Kultivasi sejati bukan soal jadi dewa yang jauh dan dingin, tapi soal punya kekuatan buat lindungi apa yang nyata, apa yang bisa dirasakan."
1.8K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.99.9K viewsCompletedAdded to Library 276 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Istri yang Tak Pernah Disentuh

Istri yang Tak Pernah Disentuh

Malas berdebat dengan sang suami, Rania lebih memilih pergi ke dapur lalu mengambil air dan meminumnya. "Tunggulah, Rania. Sebentar lagi kau akan terbebas dari hubungan ini," lirih Angga berjalan dan masuk ke dalam kamar setelah Rania menghilang menuju dapur. Angga Pramana, seorang laki-laki yang juga berasal dari tanah Minang. Seorang putra dari juragan beras di kampung halamannya. Angga merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, yang harus menikahi seorang gadis pilihan dari kedua orang tuanya, sedangkan waktu itu dia masih memiliki seorang kekasih.
5.1K viewsOngoingAdded to Library 163 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Hidup Seorang Wanita

Hidup Seorang Wanita

Begitu banyak beban dalam pundak seorang wanita setelah menyandang gelar seorang istri bahkan tidak jarang pula mereka harus turut membantu suami untuk mencari nafkah. Walau emansipasi wanita terus saja di gaungkan sampai saat ini namun kenyataan di lapangan tetap saja wanita selalu jadi objek teraniaya baik dari segi pikiran, mental dan tenaga. Mungkin hal ini yang menjadi latar belakang tercetusnya pribahas ‘Wanita akan menjadi ratu jika dipersatukan dengan laki-laki yang tepat, sebaliknya wanita hanya akan menjadi babu jika dipersatukan dengan laki-laki yang tidak tepat’.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 80 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Suamiku Bukan Manusia

Suamiku Bukan Manusia

“Berarti ... k—kamu sekarang bukan manusia, Mas? Kamu bohong, katanya kamu masih hidup ... tapi kenapa hidupmu tergantung dari kalung itu? Itu artinya kamu bukan manusia, Mas! Kamu hanya sedang berperan menjadi manusia. Kamu bukan manusia betulan! Ternyata benar kata Risma, bahwa kamu pembohong! Kamu menipuku dengan kata-kata dan sikap manismu yang seolah-olah berubah menjadi lelaki yang baik. Tapi ternyata kamu membohongiku! Ak—aku jadi takut padamu, Mas ... ternyata suamiku bu—bukan manusia!” "Lita, ini tidak seperti yang kamu pikirkan! Ah ... sudah kubilang jangan banyak bertanya, kamu malah bertanya terus, jadinya aku harus menjawab." Mas Burhan langsung panik melihatku yang ketakutan da
103.6K viewsCompletedAdded to Library 114 Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
Tuan Muda Jenius

Tuan Muda Jenius

Ada empat uraian pokok sifat baik yang dimiliki oleh manusia : kebajikan, kebenaran, ketaatan pada upacara, dan kearifan moral. Tokoh tersebut sangat identik dengan China dan merupakan teladan bahkan jalan hidup bagi sebagian mereka. Ketika teringat dengan Konfusius, lalu Mei mengaitkannya dengan obrolan sebelum-sebelumnya. “Aku ingat dengan satu kalimat bijak beliau : Buat apa kemenangan jika harus dilakukan dengan cara menghancurkan, melukai, atau mematikan kehidupan orang lain?”
9.938.7K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as puisi kemanusiaan
Read
+Library
PREV
1
...
34567
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status