Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
OBSESI BARA

OBSESI BARA

"Hal yang menyakitkan di dunia ini adalah kesepian. Manusia sejatinya diciptakan untuk saling merangkul satu-sama lainnya, menopang dan menolong manusia yang lain. Tapi, kebanyakan manusia tidak perduli akan hal itu. Mereka hanya sibuk mengasihani satu-sama lainnya. Mereka hanya memakai topeng kepalsuan untuk menciptakan bahwa mereka benar-benar perduli. Kenyataannya... manusia tidak pernah benar-benar peduli pada manusia lainnya. Mereka egois..." "Sampai pada saat itu, aku percaya bahwa masih ada manusia yang tidak berpikir akan hal itu. Dia... begitu tulus. Tidak ada keegoisan dalam hatinya. Menolong sepenuh hati, merangkul walau ia juga merasakan sakitnya. Peduli walau pada akhirnya selal
1027.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
POEDJAN

POEDJAN

” *** Dedeng tidak ingin berbasa-basi dengan manusia hari ini, terlebih pada mereka yang tengah mengerjakan cetakan harian yang mencoba mengusung tema kemerdekaan ketika Olanda saja masih berjalan dengan senjata di punggung mereka. Beberapa hari lalu seperti yang sudah-sudah, seseorang mengirimkan sebuah naskah hikayat. Hikayat ini tentu menggegerkan jagat perpujanggaan lantaran seorang penulisnya menjunjung harkat martabat wanita sedemikian tinggi hingga sebagian lelaki merasa terancam karena karya tersebut. Hikayat dengan judul “Pernahkah Kita Pulang?” sampai ke kantor Surat Kabar Tempoe. Hikayat itu berbentuk imajinasi–sebuah fiksi. Menceritakan tentang seseorang bernama Poetri yang memen
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 127 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

Bangkitnya Raja Iblis - SVSS2

tukas seorang tokoh. “Prikemanusiaan? Apa yang dimaksud dengan kemanusiaan itu sendiri? Apakah orang yang selama ini melanggar kemanusiaan dan menyengsarakan orang banyak masih layak diperlakukan secara manusiawi? Apakah orang yang selama ini memeras rakyat, membuat kebijakan yang membuat rakyat tercekik masih disebut manusiawi? Berapa banyak rakyat yang mati kelaparan? Berapa banyak rakyat yang sengsara?” tanya Satria sambil menatap tajam tokoh tersebut.
9.626.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin

Karena Kita Orang Miskin (30) Aku terbangun saat merasakan sentuhan pada bagian atas tubuh. Kepalaku masih berat saat mataku mulai terbuka perlahan. Di depanku ada orang. Astaghfirullah ... Mas Hamdan sedang menggerayangi tubuhku. Refleks, kudorong tubuhnya. "Astaghfirullah ... Mas ngapain di sini? Pergi, Mas!"
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 266 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

"Aku membencimu, Ri. Benci sekali. Manusia rendah sepertimu tidak boleh mengalahkan saya. Apalagi merenggut singgasana saya. Makanya kamu harus saya beri pelajaran, agar kamu tahu di mana sebenarnya posisimu. Dasar perempuan murahan sialan!" "Sependek pengetahuan saya, manusia itu tidak lahir dengan dipasang price tag oleh Tuhan. Jadi dari mana Bu Murni tahu kalau saya itu murahan?"
1082.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Setelah Aku Mendua

Setelah Aku Mendua

Lelaki itu menatap tajam ke arah istrinya. "Mas! Ini bukan masalah cinta.. tapi masalah kemanusiaan, walau bagaimanapun Mas Herman ini manusia. Kalau kita tidak membiarkan dia untuk hidup dan untuk sembuh itu namanya zalim dan itu merupakan kejahatan." "Kamu nggak usah sok pintar begitu ya. Emangnya kamu nggak mau jadi orang kaya," jawab Bayu santai. "Iya tapi nggak begini. Kalau dia mati kita yang susah tahu."
17.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Pedalaman Gumantra

Pedalaman Gumantra

Semua menggeleng. "Sudahlah, mungkin ini pulau kecil yang bahkan terlewat dari peta. Sudahlah, tak usah banyak berdebat dulu. Dengan adanya gerbang bertulisan ini kita semakin yakin bahwa di ujung jalan ini ada peradaban manusia," ucap Brady dan menyuruh Julian meneruskan langkah. Meski ragu, pramugara itu mengikuti arahan sang pilot. Hingga semua kini sudah memasuki gerbang dan tubuh mereka tak terlihat ditelan kabut yang semakin tebal. Tanpa mereka tahu apa yang ada dibalik hutan berkabut itu. ------------------------------
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Baginda, Tuan Putri Merayumu

Baginda, Tuan Putri Merayumu

tambahnya pelan. “Terima kasih, Tuan,” Yasmin menerima gelas itu. Rasa hangatnya menjalar ke telapak tangannya. Diseesapnya perlahan, dan membiarkan uap hangat menerpa wajahnya. “Itulah sebabnya,” Hasan kembali duduk di tanah dekat perapian, “jangan pernah menggantungkan harapan terlalu tinggi terhadap manusia, Tuan Putri. Manusia itu makhluk yang mudah berubah-ubah. Hari ini memuja, besok bisa menusuk. Jika sejak awal kita menjadikan mereka pusat semesta kita, makan hati kita akan terasa jauh lebih sakit saat mereka mengecewakan kita.”
1019.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 434 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Suami Kiriman Bikin Nyaman

Suami Kiriman Bikin Nyaman

Ibu pun maklum dengan hal itu, karena dia pun juga demikian. Aku buka buku puisi karya Khalil Gibran. Penuh dengan coretan dan note dengan berbagai warna tinta pena. "Arti penting manusia bukan terletak pada apa yang dia peroleh, melainkan apa yang sangat dia rindukan untuk diraih," gumamku membaca sambil mencerna apa yang dimaksud.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 208 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

Kamu Hidup, Tapi Bukan Untukku Lagi

"Aahh!" Sebuah jeritan pilu yang luar biasa menyayat hati hingga tak lagi terdengar seperti suara manusia mendadak meledak dari dadanya. Suaranya parau, hancur, memendam keputusasaan yang bersimbah darah, menggema memantul di antara tebing-tebing lembah.
9.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 277 kali sebagai puisi kemanusiaan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status