Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Kebebasan, kemandirian, dan keadilan. Ya, tiga simbol rantai sederhana dalam khayalanku. Bangau, katak, dan manusia kurasa harus silaturahmi. Benar-benar harus berjabat hati dan menyambung bahasa masing-masing, menjadi bahasa persatuan baru yang terunik di dunia.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

Biarkan Aku Bahagia Meski Sekejap

*** Kau yang membuatku (ada di dunia) Kau pun besarkanku (penuh bahagia) Hingga 'ku dewasa Khilaf yang pernah aku lakukan dahulu Tak berniat untuk menyakiti hatimu Oh, ibu Cintamu tak mengenal waktu Kasihmu menyadarkan aku Tak ada yang lebih darimu (Oh, ibu) Apakah 'ku mampu membalas Semua yang telah kau beri dengan ikhlas? Nyawa pun rela 'kan kttlepas (Oh, ibu) (Oh, ibu) Oh ... oh ... oh ... Khilaf yang pernah aku lakukan dahulu Tak berniat untuk menyakiti hatimu Oh, ibu (ibu) Cintamu tak mengenal waktu Kasihmu menyadarkan aku Tak ada yang lebih darimu Oh, ibu Apakah 'ku mampu membalas Semua yang telah kau beri dengan ikhlas?
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 325 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Lalu ia menarik napas panjang, meletakkan tangannya di dada, dan mulai mendeklamasikan: > “Kamu seperti nasi hangat Di pagi yang belum sempat Aku lapar, kamu kenyang Hatiku tenang, dompetku senang.” Tari mengerjap, lalu menutup mulutnya sendiri. Tapi ia tak bisa menahan lebih lama. Tawanya pecah begitu saja. “Apa itu?” katanya di antara tawa. “Apa-apaan itu?” Radit tersenyum bangga. “Itu puisi. Judulnya Sarapan Perasaan. Masih ada bait kedua kalau kamu kuat.”
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 334 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Pembantu Rasa Nyonya

Pembantu Rasa Nyonya

Padaku ~~~ Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Padaku Hari ini ku gembira Melangkah di udara Pak pos membawa berita Dari yang kudamba Ucapan semanis madu Tiga lembar rayuannya Rasanya tak puas hati Kuulangi lagi Satu, dua, dan tiga Kumulai membaca Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Surat cintaku yang pertama Membikin hatiku berlomba Seperti melodi yang indah Kata-kata cintanya Padaku ~~~
9.81.3M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26.3K kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Tampilkan Ulasan (144)
Baca
+Pustaka
Astika Buana
Maaf, ya. Minggu ini tersendat update. . Penulis lagi siaga satu. Alhamdulillah sudah dilancarkan proses persalinannya, dan baby boy lahir dengan selamat. . Diusahakan hari besuk keseruan keluarga Maharani dan Kusuma kembali hadir. . Terima kasih atas dukungannya.
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Baca Semua Ulasan
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Kini, tinggal Christopher, wakil presiden dari Perkumpulan Puisi Ibu Kota, ahli kaligrafi dan lukisan Matt, serta para saksi, Senja dan Leia. Ketika giliran Leia tiba pada hitungan keseratus, ia terlihat tersandung. Ia melirik Senja dengan alis sedikit mengerut. Pada hitungan angka tiga, Leia kesulitan. Semua puisi yang berkaitan dengan angka tiga yang ia ingat sudah dibacakan. Setelah beberapa saat berpikir keras, ia dengan enggan melafalkan, "Sinar matahari menghangatkan musim semi ketiga, bunga-bunga bermekaran di hamparan merah sejauh ribuan mil." Setelah selesai, ia menghela napas lega.
3.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 93 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Dia baru kembali tiga bulan yang lalu. Susan ragu-ragu, "Federik, kamu terlalu gegabah. Kalau paman dan bibi tahu tentang ini..." "Mereka setuju kok! Ketika aku jatuh dan hampir tenggelam saat aku berumur delapan tahun, kamu yang menarikku keluar. Ketika kami sekeluarga berempat diracuni dan hampir meninggal, kamu yang berteriak dan meminta bantuan. Mereka tidak keberatan!"
17.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 615 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

KEMERDEKAAN UNTUK GIANDRA

Daerah pertama adalah desa yang berada di Kabupaten Mebel. Rumah yang dikunjungi Pak Presiden dan Pak Wakil Presiden ialah rumah seorang nenek janda berusia tujuh puluh tahun bernama nenek Sri Sartiyem. Nenek Sri adalah nenek sebatang kara yang ditinggal meninggal anak dan suami nya kecelakaan pesawat dua tahun yang lalu. Sebelum pandemic flu manuk menyerang nenek masih kuat bekerja sebagai penjual gethuk lindri dan bubur mutiara, namun sejak pandemi penjualan nenek menurun drastis bahkan sepi pembeli. Pak Presiden berbincang-bincang dengan nenek Sri dengan dialeg bahasa jawa kromo inggil begitu pula dengan Pak Wakil Presiden. Setelah bincang-bincang di rasa cukup, Pak Presiden memberikan ba
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai puisi kemerdekaan 3 bait
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
456789
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status