Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gerimis Bulan Desember

Gerimis Bulan Desember

Jadi efek obatnya mental ke tembok. Baiklah, mari menjalani rute CGK – DJJ, Jakarta – Jayapura! Hah, Jayapura? Itu 'kan kota yang dekat sama tempat Inu tugas. Mendadak hidung buntetku plong dikit, hawa menjadi panas di sekeliling. Entah kenapa aku bahagia akan mendatangi tanah yang sama dengan kedua kaki Inu berpijak.
9.8102.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.1K kali sebagai puisi kepada jakarta
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
Dera_05
Ceritanya bagus. Bahasanya juga asyik pas dibaca. Minus-nya koin terlalu mahal. Mungkin next story bisa lebih pendek lagi tiap babnya biar harga koinnya lebih murah. Karena ini diposting untuk digital jadi jgn pake aturan novel cetak panjang babnya.
Evi Fadliah
Sumpah Thor karyamu yang ini luar biasa keren pake banged, ilmu barunya dapet, harunya dapet, kocaknya dapet, pelajarannya juga dapet. Penulisan dan kosa kata yang digunakan bener2 bagus.. Thumbs up buat kamu thor.. One of the best novel yang aku baca di aplikasi ini.
Baca Semua Ulasan
Teman Tapi Menikah

Teman Tapi Menikah

“Kamu belum cerita sama aku. Jadi… apa yang bikin kamu akhirnya mutusin buat balik ke Jakarta lagi?” “Aku kangen Jakarta.” Rinai mengedikkan bahunya. “Meskipun ritme hidup di sini rasanya lebih cepet dibanding di Jogja, tapi aku ngerasa ya… aku kangen ada di sini. Aku kangen kerja di sini, macetnya, tempat-tempat makannya—” “Dan Ksatria.” Rinai merona malu mendengar bagaimana Shua menambahkan Ksatria sebagai salah satu hal yang ia rindukan dari Jakarta. Tetapi, apa yang dikatakan Shua memang benar.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 189 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
Istri yang Tak Didambakan

Istri yang Tak Didambakan

Bu Lastri tertawa kecil, memainkan rambutnya dengan gaya yang tidak sesuai dengan usianya. “Bagus, Bu! Followers Ibu pasti suka. Coba sekarang kasih caption dramatis yang bikin orang kepo.” “Misalnya… ‘Aku butuh lelaki sejati di hidupku’?” Bu Lastri tertawa genit. Andin mengacungkan jempol. “Pas banget! Udah, langsung posting aja.” Hendra menghela napas berat. “Astaga, pagi-pagi kalian sudah sibuk dengan ini lagi?”
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
Magang di hati CEO tampan

Magang di hati CEO tampan

​Jakarta. ​Kata itu terasa begitu berat di lidahnya, penuh dengan gema dari masa lalu yang kelam. Jakarta adalah apartemen mewah yang terasa seperti penjara. Jakarta adalah tatapan dingin Arka Arroihan. Jakarta adalah tempat di mana ia kehilangan kendali atas hidup dan tubuhnya sendiri. Selama lima tahun, Garut telah menjadi bentengnya, tempatnya menyembuhkan diri, tempatnya belajar bernapas lagi. Dan sekarang, Arka memintanya untuk kembali ke pusat traumanya.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
SATU ATAP DENGAN CEO JUTEK

SATU ATAP DENGAN CEO JUTEK

Deru kendaraan yang lewat, suara orang-orang yang bercengkrama, dan aroma masakan yang menggugah selera membuat suasana terasa hidup. "Jakarta memang kota yang tidak pernah tidur," ucap Farah sambil tersenyum pada Peter. "Benar. Selalu ada sesuatu yang bisa dinikmati, bahkan di tengah malam seperti ini," jawab Peter. Tak lama kemudian, pesanan mereka datang. Sepiring nasi goreng dengan telur mata sapi di atasnya dan seporsi sate ayam yang masih mengepul panas. Farah langsung mencicipi nasi gorengnya dengan lahap.
102.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
JEJAK RINDU YANG TERLARANG

JEJAK RINDU YANG TERLARANG

putus Luna lalu mencari kontak adiknya yang sedang menempuh pendidikan tingkat akhir di Jogjakarta. "Halo, Kak," sapa sang adik begitu panggilan tersambung. "Halo, Ndra ... Kamu jadi pulang?" "Jadi, Kak, ini udah di jalan ke bandara." "Naik pesawat?" "Iya, Kak, biar cepet. Gimana kondisi Rafi sama Ayah di sana? Ibu gimana?" cercanya dengan nada khawatir.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
Mr Playboy & Me

Mr Playboy & Me

Matanya menatap lurus keluar jendela yang menampilkan pemandangan kota Jakarta di sore hari. Kota yang bising dan ramai. Tiada hari yang berarti tanpa kemacetan dan keramaian. Meski tidak seindah dan senyaman di Bali, namun bagi Raka, Jakarta membuat hatinya terasa damai. Raka menarik kedua sudut bibirnya membentuk senyuman lebar. "Raka tinggal di tempat yang bisa membuat Raka tenang, Pa. Jangan khawatir." ***
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Pagi itu, Jakarta tidak seperti biasanya. Langit kelabu tapi tidak menyimpan hujan. Seolah kota ini sedang menahan napas, persis seperti hati Liora. Ia duduk di dalam mobil yang melaju menuju venue acara literasi, mengenakan blouse putih bersih dan rok panjang hitam. Sederhana, tapi penuh pesan. Di pangkuannya, ia memegang map berisi esai yang akan ia bacakan tulisan yang sangat personal, nyaris seperti pengakuan.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Setengah Kilo Nasi Aking Untuk Anakku

Kami semua tertawa bahagia, hingga tak terasa kami telah memasuki Jakarta. 'Terima kasih Tuhan ... Engkau menjawab doa-doaku selama ini." Aku menatap gedung-gedung menjulang yang menjadi ikon kota Jakarta yang tak pernah tidur, di gedung-gedung itulah pusat pencarian sebagian penduduk kota dan juga para pendatang. Selamat datang masa depan dan selamat tinggal kenangan. Semoga hidup kami akan selalu bahagia dengan kehidupan yang baru.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
WAJAH ASLI ISTRI BARUKU

WAJAH ASLI ISTRI BARUKU

Ia menggerakkan perlahan benda yang berfungsi sebagai sebagai pengendali kendaraan. Kami sudah memasuki Jakarta. Tampaklah barisan gedung pencakar langit yang tegak dengan keangkuhanya. Bangunan itu seolah berkata, aku amat gagah, tak satupun yang dapat meruntuhkannya. Aku tetap mengarahkan pandangan keluar jendela. Ada yang berdesir di hati ini saat terlintas satu per satu kenangan masa lalu. Seakan file – file kehidupan itu mengajak bernostalgia pada kisah suka maupun duka.
9.7177.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.5K kali sebagai puisi kepada jakarta
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
9
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status