Rimba Memburu Senala
Mamak Jambul begitu menikmati hujan selayaknya seorang pengrajin puisi yang hobi dengan rintik, petrakor, kenangan, basah, gelisah, terpisah, aroma dan ribuan kosakata lain untuk mewujudkan hujan dalam versi puisi.
Sementara Senala, matanya memperhatikan tingkah si Manis yang tangannya masih mengubek-ubek kacang rebus di atas piring. Senala tertawa geli sendiri, si Manis sebenarnya ingin mengunyah kacang rebus lagi. Namun dia tidak pernah diajarkan menjentikkan jari untuk memesan kacang rebus yang diinginkannya. Selagi Senala masih asyik melihat tingkah lucu si Manis mengacak-acak piring kulit kacang rebus, Baramundi bangkit tanpa sepengetahuan Mamak Jambul.
인기 회차