Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi melayu pendek
Tampilkan Ulasan (8)
Baca
+Pustaka
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Baca Semua Ulasan
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 104 kali sebagai puisi melayu pendek
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 172 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
Wanita Pilihan Duda Tampan Sedingin Kulkas

Wanita Pilihan Duda Tampan Sedingin Kulkas

Reggy melanjutkan pembicaraan awal. "Iya, benar." Resita mengangguk. "Isi puisi tentang apa?" tanya Reggy. "Tentang cinta gitu deh. Romantis bahasanya. Sepupuku itu kuliah sastra. Jadi puisinya puitis banget. Judulnya Terawang Romi dan Yuli," jawab Resita. "Kamu bawa teksnya?" tanya Reggy. "Ya. Ini aku bawa buat kamu." Resita mengeluarkan kertas dari tas kecil yang dia bawa.
104.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 111 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
TERALIS WAKTU

TERALIS WAKTU

Puisi ku untuk mu malam Aku bahagia Mendapati cinta Penuh dengan keridhoan Malam ku mempertanyakan Inikah cinta di malam yang Memabukkan Inikah cinta Di malam yang melenakan Kenikmatan tiada Tara Mengalahkan logika Hingga siapapun ingin merasa Diawal Sebelum pernikahan Walau sesal dirasa kemudian Tapi sungguh banyak yang terlena Hingga terus mengulang Kesalahan Hingga bui tertanam Dan sesal tak terlupakan Ingatlah Cinta haruslah manis tak hanya diawal Maka jangan serahkan Cintamu Pada mereka Yang minta diawal
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
Pendekar Golok Melasa Kepappang

Pendekar Golok Melasa Kepappang

Sambil menunggu Pendek, Candra memilih duduk di sebuah sebuah bonggol kayu yang roboh. Belum lama Candra duduk, ia mendengar suara seorang lelaki muda memanggilnya. "Bang Candra?" "Ya benar! Ada apa ya?" Candra balik bertanya. "Namaku Jelutung Bang!" "Jelutung?" sebuah nama yang aneh didengar. "Ya Bang. Aku diutus oleh Pak Cik untuk menggantikan Pendek menjemput Abang!" "Oooh begitu! Lalu kemana Si Pendek?"
1019.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 416 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
Kesengsem Ajudan Caem

Kesengsem Ajudan Caem

Zufair : Kayaknya panjang ini. Raffan : Apakah dia akan membuat puisi? Ruben : Mungkin cerpen 500 kata. Riaz : Naskah pidato. Risnandar : Esai ulangan. Risbandi : Daftar belanja rumah makan. Rustam : Daftar menu pujasera. Rita : Daftar cicilan dandang. Roman : Daster. Rabiya : Kaus. Risvan : Baju kiddos.
101.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
Rindu Yang Terpendam

Rindu Yang Terpendam

"batinku. "Zahra, makan malam dulu sayang". panggil ibu dari dapur. "iya Bu". jawabku singkat. Saat hendak melangkah keluar dari kamar, ponselku berdering. Ada satu pesan singkat dari nomor yang tidak di kenal. "Hay manis lagi apa?". Jantungku seketika berdetak dengan kencang. "Manis ?" Batinku.
106.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
LEGENDA PENDEKAR MABUK

LEGENDA PENDEKAR MABUK

Buktinya setelah lebih dari tiba belas jurus, Iblis Terbang Tanpa bayangan dibuat kagum dan penasaran karena lawannya yang lebih muda. "Mana, katanya kesaktianmu sudah setingkat Dewa!" teriak Nenek Gua alias Ratu Begal. "Jurusmu seperti orang mabok yang kekurangan tuak. Keluarkan tuakmu, Pendekar Mabuk!" "Oh, rasanya aku pernah mendengar nama gelar Pendekar Mabuk," sahut Iblis Terbang Tanpa bayangan. "Ah, mungkin karena aku selalu sembunyi, jadi tidak tahu dunia luar!"
1032.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi melayu pendek
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status